Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Usul Sejarah dr Djasamen Saragih Diajarkan di Sekolah

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 10.07 WIB
bupati_simalungun_usul_sejarah_dr_djasamen_saragih_diajarkan_di_sekolah

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, saat ziarah ke makam dr Djasamen Saragih di Nagori Aman Raya, Kecamatan Raya. (Foto: Diskominfo/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID – Makam dokter pertama asal Simalungun, dr Djasamen Saragih, resmi selesai dipugar, Selasa (4/8/2026), di Nagori Aman Raya, Kecamatan Raya.

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengatakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Pendidikan bisa mengenalkan sosok dr Djasamen Saragih kepada siswa melalui materi sejarah lokal.

Ia juga berharap sekolah-sekolah di Kecamatan Raya bisa mengunjungi makam tersebut.

“Sehingga makam ini tidak hanya menjadi tempat ziarah keluarga, tetapi juga menjadi lokasi belajar sejarah bagi generasi muda,” ucapnya.

Anton mengatakan perjuangan dr Djasamen Saragih patut dikenang karena mampu menjadi dokter pada masa pendidikan tinggi masih sulit diakses masyarakat, khususnya putra daerah.

"Anak-anak harus tahu kalau Simalungun pernah melahirkan tokoh yang berhasil mengukir sejarah melalui pendidikan dan pengabdiannya," katanya.

Anton menilai ada tiga nilai teladan yang bisa dipetik dari perjalanan hidup dr Djasamen Saragih, yakni berani menjadi pelopor, mengabdikan diri untuk kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang, serta tetap mengingat kampung halaman setelah meraih keberhasilan.

Di kesempatan yang sama, keluarga dr Djasamen Saragih, Patra Saragih mengatakan dr Djasamen Saragih merupakan putra pertama Simalungun yang meraih gelar dokter pada era 1930-an.

Menurutnya, keberhasilan itu diraih melalui perjuangan yang tidak mudah karena kesempatan mengenyam pendidikan saat itu sangat terbatas.

Dijelaskannya, keluarga akan terus merawat makam tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, meski sebagian besar keturunannya kini menetap di Jakarta.

Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (PACS), dr Sarmedi Purba, mengatakan jasa dr Djasamen Saragih tidak boleh dilupakan. Menurutnya, nama almarhum yang kini digunakan sebagai nama rumah sakit umum daerah di Pematangsiantar menjadi bukti pengabdiannya masih dikenang hingga sekarang.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Simalungun Jepra Manurung. Ia berharap semangat perjuangan dr Djasamen Saragih menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyebut peresmian makam bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Tetapi bentuk penghargaan terhadap jasa para pendahulu yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN