Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Aksi Kamisan Siantar, Serukan Keadilan bagi Korban Pelanggaran HAM

Mistar.idKamis, 20 Agustus 2026 pukul 20.11 WIB
aksi_kamisan_siantar_serukan_keadilan_bagi_korban_pelanggaran_ham

Aksi Kamisan di Lapangan Merdeka, Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Aksi Kamisan Siantar kembali digelar di persimpangan Jalan Merdeka, tepat di seberang Lapangan Merdeka, Kamis (20/8/2026) sore. Belasan peserta menyerukan keadilan bagi korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Gerakan moral ini bukan hanya rutinitas. Lebih dari itu, aksi ini menjadi ruang bagi warga Siantar untuk melawan, terutama bagi mereka yang merasa selama ini suaranya dipatahkan oleh ketidakadilan dan pelanggaran HAM.

Samuel Manullang dari Gerilyawan Parlemen Jalanan Siantar menegaskan, Aksi Kamisan muncul untuk menjaga ingatan masyarakat terhadap utang-utang sejarah yang belum kunjung ditebus negara.

“Isu utama jelas, pelanggaran HAM masa lalu. Banyak pejuang rakyat diculik, dibunuh, dan sampai sekarang, keluarga mereka masih menggenggam angin. Kami ada di sini biar ingatan masyarakat Siantar tidak pernah tumpul,” ujar Samuel di sela aksi, Kamis sore.

Kasus pembunuhan Munir dan Marsinah, Tragedi Talangsari, Semanggi I dan II, Kerusuhan Mei 1998, Peristiwa 1965-1966, hingga masalah Wasior dan Wamena di Papua kembali disuarakan di Siantar. Tujuannya agar sejarah kelam tersebut tidak hilang begitu saja.

Namun, Aksi Kamisan Siantar tidak sekadar berhenti pada peringatan sejarah. Samuel menegaskan, aksi ini sengaja dibuat terbuka bagi siapa saja yang merasa terzalimi oleh sistem, baik dalam konflik lokal maupun isu nasional.

Minggu ini, fokus mereka tertuju pada konflik agraria. Mereka bergandengan dengan Serikat Petani Sejahtera Indonesia (SPSI) dan warga Kampung Gurilla yang sedang bertahan memperjuangkan tanah mereka.

“Siapa pun warga Siantar yang ditindas, yang dihimpit sistem, aksi ini buat kalian. Hari ini, kita berdiri bersama warga Gurilla, bahu-membahu membela hak tanah kelahiran mereka,” tutup Samuel. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN