Friday, August 21, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Lahan Sawah Pematangsiantar Aman dari Hama, Produktivitas Capai 7 Ton per Hektare

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 10.19 WIB
lahan_sawah_pematangsiantar_aman_dari_hama_produktivitas_capai_7_ton_per_hektare

Lahan persawahan yang dikelola oleh petani lokal di Pematangsiantar. (Foto: Dok/Mistar.id)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Hanpangtan) Kota Pematangsiantar, Legianto Pardamean Manurung, menyampaikan bahwa lahan persawahan di sejumlah wilayah di Kota Pematangsiantar tergolong aman dari serangan hama. Gangguan hama yang ada juga tidak berdampak signifikan terhadap hasil produksi dan kualitas panen.

"Untuk di Pematangsiantar tidak ada serangan hama yang berdampak pada berkurangnya hasil panen padi. Kalau hama tetap ada, seperti tikus, wereng, dan walang sangit. Tapi tidak berdampak terhadap hasil panen, misalnya panen 6 ton menjadi 3 ton. Masih aman," ujar Pardamean Manurung, Jumat (21/8/2026).

Untuk mengatasi hama pada tanaman padi, petani di Pematangsiantar dibekali pengetahuan oleh penyuluh dengan berbagai cara. Di antaranya, memberi asap pada lubang tikus serta menggunakan pestisida atau menyemprotkan insektisida kimia untuk mengatasi hama wereng dan walang sangit.

"Untuk luas lahan pertanian Kota Pematangsiantar, lahan tanaman pangan atau baku sawah seluas 1.232,18 hektare, tanaman hortikultura 189,84 hektare, dan lahan perkebunan seluas 165,26 hektare," jelas Pardamean.

Dikatakannya, berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwa) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Pematangsiantar Nomor 10 Tahun 2025, luas lahan pertanian saat ini mencapai 1.587,28 hektare. Luasan tersebut mencakup lahan baku sawah, tanaman hortikultura, dan perkebunan.

Selain lahan pertanian, luas kolam budi daya ikan air tawar di Pematangsiantar mencapai 4,9 hektare. Berdasarkan data Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan (Katimker PPL) Kota Pematangsiantar, sekitar 56 hektare lahan beralih ditanami jagung karena adanya gangguan irigasi.

"Setelah irigasi lancar, mereka berjanji akan kembali bertanam padi. Panen padi petani diserap oleh Bulog. Rata-rata hasil panen gabah kering dalam 1 hektare lahan berkisar 6,5 ton sampai 7 ton," ujarnya.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN