Proyek Cetak Sawah Dikeluhkan Picu Hama Tikus, Dinas Pertanian Sergai Cari Solusi

Warga Bandar Khalifah Sergai protes proyek CSR. (foto: damanik/mistar)
Sergai, MISTAR.ID - Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) akan mencari solusi dan akan mengkaji lebih lanjut atas protes warga soal pengerjaan proyek cetak sawah rakyat (CSR).
Warga Dusun Sei Kering, Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai, menilai proyesk CSR dapat menyebabkan hama tikus terhadap padi yang berumur dua bulan yang mereka tanam.
"Tentunya kita akan cari solusi dan kaji lebih lanjut terkait cetak sawah dengan peningkatan serangan hama tikus, agar nantinya jangan sampai petani dirugikan dengan adanya kegiatan tersebut," ujar Kepala Dinas Pertanian Sergai, Dedi Iskandar, Senin (27/7/2026).
Karena ini program Kementerian Pertanian (Kementan), kata Dedi, Dinas Pertanian Sergai akan melakukan koordinasi agar Kementan melakukan evaluasi terhadap kegiatan tersebut. "Apakah dengan menghentikan sementara atau dengan cara yang lain," katanya.
Dedi berharap protes yang dilakukan para petani sebaiknya melalui surat yang diketahui kepala desa, agar dinas Pertanian dapat menindaklanjuti secara terukur.
Diberitakan sebelumnya, proyek CSR yang merupakan program pemerintah menuai protes dari warga selaku pemilik sawah di sekitar wilayah proyek pekerjaan di Dusun Sei Kering, Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai, Jumat (24/7/2026).
Beberapa warga pemilik sawah di wilayah proyek pekerjaan bersama Kepala Dusun, Ketua Kelompok Tani dan Kepala Desa Juhar mendatangi lokasi pekerjaan cetak sawah untuk memberhentikan alat berat yang sedang beroperasi.
Menurut warga di sana, pekerjaan cetak sawah rakyat tersebut tidak sesuai karena pihak rekanan tidak menjaga efek samping dengan lahan persawahan di sekitar proyek.
Maida Boru Gultom, salah satu warga pemilik tanaman padi mengatakan, pada dasarnya warga mendukung program CSR yang alih fungsi dari tanaman sawit menjadi sawah. Namun, yang diprotes warga dikarenakan pihak pemborong tidak memperhatikan kondisi tanaman padi sekitar yang sudah berumur dua bulan yang dikhawatirkan dapat terserang hama tikus.


























