Saturday, September 12, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Jurnalis di Tiga Kota Gelar Doa Bersama untuk Delapan Orang Hilang di Selat Sunda

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 23.17 WIB
jurnalis_di_tiga_kota_gelar_doa_bersama_untuk_delapan_orang_hilang_di_selat_sunda

Sejumlah jurnalis di DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya menggelar doa bersama untuk mendoakan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. (foto: PFI Jakarta/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Solidaritas terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus mengalir. Jurnalis di Jakarta, Bandung, dan Surabaya menggelar doa bersama untuk mendoakan keselamatan kedelapan orang tersebut.

Di Jakarta, Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama di Balai Pewarta Foto, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jurnalis dari Jakarta dan sekitarnya.

Doa bersama itu digelar sebagai bentuk dukungan kepada tim SAR gabungan yang masih melakukan pencarian. Para jurnalis berharap seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh PFI di sejumlah daerah di Indonesia.

Ketua PFI, Dwi Pambudo, berharap proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan segera menemukan titik terang. "Semoga segala upaya yang telah dilakukan tim pencari, serta panjatan doa dari semuanya dapat berbuah kabar yang terbaik," ujarnya.

Sekretaris Jenderal PFI Jakarta, Eusebio Chrysnamurti, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk solidaritas dari kalangan jurnalis sekaligus dukungan masyarakat terhadap proses pencarian.

"Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman semua yang telah hadir dan memberikan doa. Kami berharap dengan doa-doa ini, tim pencari mendapatkan kemudahan, keselamatan dan menemukan 5 rekan kami beserta 3 awak kapal yang menyertai," kata Eusebio.

Sementara di Bandung, puluhan jurnalis menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di Gedung Indonesia Menggugat (GIM). Kegiatan tersebut diinisiasi jurnalis yang bertugas di wilayah Bandung Raya.

Pewarta Raisan Al Farisi mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers sekaligus ikhtiar bersama untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang belum ditemukan.

"Jadi aksi malam ini PFI bekerja sama dengan IJTI Jawa Barat bersama AJI Bandung menggelar doa bersama dan menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas," ucap Raisan.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk bersama-sama mendoakan agar seluruh korban segera mendapat pertolongan dan dapat kembali dengan selamat.

"Harapan kita PFI, IJTI, AJI, semoga pencarian hari ini dan besok bisa membuahkan hasil. Kami di Bandung mendoakan mereka agar segera ditemukan dan selamat," katanya.

Sebelumnya, doa bersama juga berlangsung di Taman Apsari, Surabaya, Jumat petang. Puluhan jurnalis duduk melingkar mengikuti rangkaian doa.

Dalam kegiatan tersebut, seorang jurnalis membawa foto yang menampilkan lima rekan mereka yang masih dalam pencarian. Foto tersebut berada di pangkuannya selama doa bersama berlangsung.

Ketua PFI Surabaya, Suryanto Betha Putramudji, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap para jurnalis yang masih dalam proses pencarian. Ia menjelaskan, lilin yang dinyalakan dalam kegiatan tersebut menjadi simbol harapan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Suryanto menambahkan, pihaknya masih menunggu informasi terbaru dari keluarga korban maupun PFI Nasional. Kendati demikian, harapan agar seluruh korban ditemukan dengan selamat tetap menjadi prioritas.

Diketahui, speed boat yang membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sekaligus SAR Mission Coordinator, Al Amrad, menyebut terdapat delapan orang di dalam speed boat tersebut. Mereka terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, serta seorang pemandu atau guide.

Lima jurnalis yang berada di kapal tersebut yakni pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas.

Sementara itu, tiga orang lainnya adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai guide.

Sampai saat ini, pencarian terhadap delapan orang tersebut masih berlangsung. Tim SAR juga telah memperluas wilayah pencarian menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total area sekitar 3.243 nautical mile (NM).



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN