Friday, September 11, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Buru Bukti "Jual Beli" Kursi Unsoed, KPK Sasar Rumah Warek hingga Kantor Sekda Banyumas

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 19.03 WIB
buru_bukti_jual_beli_kursi_unsoed_kpk_sasar_rumah_warek_hingga_kantor_sekda_banyumas_

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (10/7/2026). (Foto: Antara/Rio Feisal)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (11/9/2026) – KPK kembali menggeledah. Kali ini sasarannya rumah para petinggi Unsoed dan kantor pemerintahan.

Selama 2 hari, 9-10 September 2026, penyidik menggerebek 6 lokasi untuk mencari bukti kasus dugaan pemerasan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo merinci lokasinya:

  1. Rumah 3 Wakil Rektor Unsoed: Warek I, II, dan IV.
  2. Rumah 1 dosen Unsoed
  3. Ruang Sekda Banyumas
  4. Rumah guru SMA di Tasikmalaya yang diduga jadi "koordinator pengepul" calon mahasiswa.

Penggeledahan di ruang Sekda Banyumas dilakukan karena diduga kuat yang bersangkutan ikut "merekomendasikan" mahasiswa titipan yang sudah bayar agar lolos di Unsoed.

"Hasilnya, penyidik menemukan dokumen dan Barang Bukti Elektronik terkait penitipan calon mahasiswa," kata Budi, Jumat (11/9/2026).

Ini bukan penggeledahan pertama. Pada 23-24 Agustus lalu, KPK juga sudah menggeledah 6 rumah tersangka dan kantor Rektorat Unsoed.

Dari sana, penyidik menyita Surat Edaran KPK 2023 yang isinya memperingatkan Unsoed agar transparan soal kuota dan kelulusan jalur mandiri. Peringatan itu rupanya diabaikan.

KPK sudah menetapkan 6 tersangka dalam kasus ini:

  1. Akhmad Sodiq - Rektor Unsoed
  2. Norman Arie Prayoga - Warek III Unsoed
  3. Eko Sumanto - Kabag Akademik Unsoed
  4. Dian Mulia Wardhana,
  5. Adhi Wiharto,
  6. Mulyono - Pihak swasta

Mereka diduga memeras calon maba dan menerima gratifikasi. Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan OTT di Purwokerto dan Jakarta sejak 20 Agustus 2026.

Keenamnya kini mendekam di Rutan KPK Gedung Merah Putih sejak 21 Agustus dan akan ditahan 20 hari ke depan.KPK menegaskan akan menelusuri aliran uang dan jaringan "calo kampus" ini sampai tuntas.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN