Friday, September 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pakistan Desak AS-Iran Kembali Nego Pakai "MoU Islamabad"

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 19.22 WIB
pakistan_desak_asiran_kembali_nego_pakai_mou_islamabad_

Ilustrasi - Bendera Pakistan di antara bendera Amerika Serikat dan Iran. (Foto: Antara/Anadolu Agency)

news_banner

Istanbul, MISTAR.ID (11/9/2026) – Meski saling curiga, Pakistan tetap ngot. AS dan Iran harus kembali ke meja perundingan.

Ajakan itu disampaikan Duta Besar Pakistan untuk PBB, Asim Iftikhar Ahmad, dalam wawancara dengan The National Kamis (10/9/2026).

Alasannya sederhana: sudah ada kesepakatannya. Tinggal dijalankan.Isi "MoU Islamabad"Juni lalu, Pakistan dan Qatar berhasil memediasi kesepakatan awal antara AS dan Iran.

Isinya 3 poin utama: Hentikan permusuhan, nego 60 hari untuk perdamaian permanen dan buka Selat Hormuz untuk pelayaran komersial.

Tapi sampai sekarang kesepakatan itu jalan di tempat. Iran menuduh AS ingkar janji, terutama soal pencabutan sanksi dan blokade laut.

Di sisi lain, AS dan negara-negara Teluk menuntut kebebasan penuh kapal melintas di Selat Hormuz.

"Ada keengganan dari kedua pihak untuk menerapkan memorandum ini," aku Ahmad.

Meski begitu, Pakistan belum menyerah. "Kami punya jalur komunikasi terbuka dengan kedua pihak, di tingkat tinggi," kata Ahmad.

Menurutnya, jalan terbaik keluar dari kebuntuan ini cuma satu: kembali berunding pakai kerangka MoU Islamabad.

"Semuanya sudah ada di atas kertas. Mereka perlu kembali... dan saya berharap mereka segera menyadari itu," tegasnya.

Saat ditanya siapa yang paling bandel, Ahmad tak mau menuding. "Situasinya tidak sesederhana itu."Tapi satu hal yang ia yakini: perundingan adalah satu-satunya cara berkelanjutan untuk menghentikan konfrontasi AS-Iran.

Nasib perdamaian Timur Tengah, dan juga arus minyak dunia di Selat Hormuz, kini kembali tergantung di meja nego.(Anadolu/Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN