Friday, September 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

KTT BRICS Dibayangi Perang Iran dan Ukraina, Putin Tiba di India

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 12.19 WIB
ktt_brics_dibayangi_perang_iran_dan_ukraina_putin_tiba_di_india

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjabat tangan dalam pertemuan di sela-sela KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Bishkek, 1 September 2026. (foto: AFPVyacheslav Prokofyev via Aljazeera)

news_banner

New Delhi, MISTAR.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di New Delhi, India, Jumat (11/9/2026), menjelang KTT BRICS yang beranggotakan 11 negara. Pertemuan tersebut diperkirakan akan didominasi perang di Timur Tengah dan Ukraina, serta berbagai tantangan ekonomi.

Putin tiba di Pangkalan Angkatan Udara Palam, New Delhi, dan disambut Menteri Negara Urusan Luar Negeri India Kirti Vardhan Singh.

Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Presiden China Xi Jinping juga diperkirakan bertemu Modi di sela-sela pertemuan dua hari tersebut.

BRICS awalnya dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sebagai forum negara-negara berkembang besar yang menginginkan pengaruh lebih besar dalam lembaga-lembaga global yang didominasi kekuatan Barat.

Kelompok itu kemudian berkembang dan kini mencakup Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), tiga negara yang memiliki pandangan berbeda terhadap perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada Februari lalu.

Harsh V Pant dari Observer Research Foundation India mengatakan konflik di kawasan Teluk akan menjadi salah satu persoalan utama yang membelah pandangan negara-negara anggota dalam KTT kali ini.

“Konflik Teluk akan menjadi garis patahan utama dalam KTT BRICS kali ini,” kata Pant kepada AFP.

Menurut Pant, perluasan BRICS yang sebelumnya dipandang sebagai sebuah pencapaian kini justru dapat menjadi kendala bagi kelompok tersebut.

Kunjungan Pezeshkian merupakan yang pertama ke India sejak menjabat Presiden Iran. Kunjungan itu juga menjadi kunjungan pertama seorang presiden Iran ke India dalam delapan tahun terakhir.

Shilan Shah dari Capital Economics menilai perang Iran akan menjadi ujian serius bagi kemampuan negara-negara BRICS mempertahankan kekompakan setelah kelompok tersebut memperluas keanggotaannya.

“Perang di Iran akan menjadi ujian berat bagi kekompakan kelompok yang diperluas,” kata Shah kepada AFP.

Ia menyinggung kegagalan para menteri luar negeri BRICS mencapai kesepakatan mengenai pernyataan bersama ketika bertemu di New Delhi pada Mei lalu.

India selama ini mempertahankan hubungan baik dengan Iran dan Israel, sembari berupaya menjaga keseimbangan dalam hubungannya dengan Washington.

Dalam menghadapi krisis energi akibat perang Iran, India antara lain beralih ke Rusia, salah satu mitra strategis terpentingnya sekaligus pemasok bahan bakar yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi kontroversial di tengah berlanjutnya perang Rusia-Ukraina.

Putin terakhir mengunjungi India pada Desember 2025. Ia juga bertemu Modi di Bishkek, Kyrgyzstan, bulan ini.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar juga mengunjungi Kyiv bulan ini dan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dalam pertemuan tersebut, Zelenskyy menyampaikan apresiasinya atas komitmen India dalam mendukung upaya mengakhiri perang.

Sementara itu, kunjungan Xi menjadi yang pertama ke India sejak 2019 dan menandai langkah penting dalam mencairnya hubungan kedua negara, enam tahun setelah bentrokan militer mematikan di perbatasan Himalaya yang disengketakan.

Hubungan India dan China belakangan mulai membaik dengan pemulihan penerbangan, visa, serta kontak tingkat tinggi. Namun, sengketa perbatasan, defisit perdagangan yang melebar, dan persaingan strategis masih membayangi hubungan kedua negara. (*/aljazeera)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN