Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kisah Malone Lam: Dari Pesta Jet Pribadi Hingga ke Balik Jeruji karena Bobol Kripto Rp4,2 T

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 06.30 WIB
kisah_malone_lam_dari_pesta_jet_pribadi_hingga_ke_balik_jeruji_karena_bobol_kripto_rp42_t_

Kisah Malone Lam: Dari pesta jet pribadi hingga nginap di balik jeruji karena bobol kripto Rp4,2 T. (Foto: Dok. Broward Sheriff's Office via NBCmiami)

news_banner

New York, MISTAR.ID (11/9/2026) – Namanya Malone Lam. Warga Singapura ini pernah hidup seperti raja. Jet pribadi, mobil miliaran, pengawal pribadi, dan pesta semalam Rp10 miliar di klub Los Angeles.

Namun pesta itu berakhir. Pada Selasa, 8 September 2026, waktu AS, Lam mengaku bersalah di pengadilan.

Ia terancam 20 tahun penjara karena mendalangi pencurian mata uang kripto senilai lebih dari US$260 juta atau sekitar Rp4,2 triliun.

Kasus ini bukan peretasan biasa. Lam dan jaringannya menggunakan "rekayasa sosial". Mereka menyamar sebagai karyawan perusahaan besar, termasuk Google.

Tujuannya satu: membujuk korban menyerahkan kata sandi, frasa kunci, dan kode autentikasi dompet kripto. Setelah data di tangan, mereka langsung menguras aset para korban.

Puncak aksinya terjadi pada Agustus 2024. Lam dan komplotannya berhasil mencuri lebih dari 4.100 bitcoin milik seorang korban di Washington DC. Nilainya saat itu mencapai US$230 juta.

Agar tidak terlacak, uang curian itu dicuci. Mereka menukarnya menjadi kartu pembayaran dan uang tunai.

Alih-alih bersembunyi, Lam justru pamer. Uang curian dibelanjakan untuk gaya hidup yang tak masuk akal. Ia membeli mobil mewah seharga US$3,8 juta. Menyewa properti di Miami, Los Angeles, dan Hamptons.

Mempekerjakan pengawal keamanan pribadi. Yang paling mencolok: ia pernah menghabiskan US$569 ribu atau sekitar Rp10 miliar hanya dalam satu malam di klub malam Los Angeles.

Polisi akhirnya menangkap Lam pada September 2024. Hanya beberapa minggu setelah pencurian bitcoin ratusan juta dolar itu.

Pengakuan bersalah ini mengakhiri spekulasi panjang. Sebelumnya pemerintah AS sempat mengajukan tawaran kesepakatan pada November 2025.

Pengacara Lam juga menyebut ada "kemajuan signifikan" saat sidang Mei lalu. Sejumlah anggota jaringannya bahkan siap menjadi saksi jika kasus ini berlanjut ke persidangan.

Kini Lam dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 8 Desember untuk sidang penetapan status. Hakim diperkirakan akan segera menetapkan jadwal pembacaan vonis.

Pengadilan juga memerintahkan Lam dan komplotannya mengembalikan dana curian lebih dari US$245 juta kepada para korban.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN