Dua Wanita Warga Tebing Gendong Bayi Mengaku Korban Penipuan di Dairi

Dua wanita menggendong bayi mendatangi warung dan meminta uang di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kamis (10/9/2026). (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID - Dua wanita sambil menggendong bayi mendatangi salah satu warung kopi di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kamis (10/9/2026) dan mengaku menjadi korban penipuan.
Kedua wanita tersebut masing-masing mengaku berasal dari Tebing dan Kampung Pon, Serdang Bedagai. Saat mendatangi warung sekitar pukul 12.15 WIB, keduanya meminta uang dengan alasan belum makan dan bayi yang mereka gendong kehabisan susu.
Ketika sejumlah orang di warung menanyakan identitas mereka, wanita yang menggendong bayi mengaku boru Sinaga dari Kampung Pon. Bayi yang digendongnya disebut bermarga Tambunan, sedangkan ayah bayi tersebut diakuinya telah meninggal dunia.
Sementara wanita lainnya mengaku boru Jawa dari Tebing. Keduanya kemudian mengatakan datang ke Dairi karena dijanjikan pekerjaan, namun justru menjadi korban penipuan.
Ketika identitas mereka ditanyakan lebih mendetail, bayi yang digendong salah seorang wanita tiba-tiba menangis menjerit. Kondisi itu membuat suasana warung menjadi berisik dan ribut. Ditambah lagi, jawaban kedua wanita tersebut dinilai berbelit-belit.
Salah seorang pengunjung warung kemudian memberikan uang Rp20 ribu kepada keduanya. Setelah menerima uang tersebut, kedua wanita itu langsung pergi.
Salah seorang pengunjung yang penasaran dengan keberadaan kedua wanita tersebut kemudian mencoba mengikuti mereka. Namun, keduanya tidak terlihat lagi dan diduga telah naik angkutan umum.
Peristiwa tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan dari sejumlah pengunjung warung. Mereka menduga bayi yang digendong sengaja dibawa untuk mencari uang dengan modus meminta bantuan karena kehabisan susu.
Seorang warga bermarga Nainggolan berharap masyarakat Dairi tidak menjadi korban penipuan dengan modus meminta uang menggunakan alasan bayi kehabisan susu. (hm25)


































