Gerakan Pangan Murah di Toba Segera Digelar, Jual Cabai hingga Tomat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Toba, Porman Nainggolan. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID (10/9/2026) – Gerakan Pangan Murah akan segera dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Toba setelah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Toba selesai dievaluasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Dinas Ketapang Toba, Porman Nainggolan, mengatakan Gerakan Pangan Murah dilaksanakan setelah P-APBD ditetapkan. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dari pemerintah provinsi. Gerakan Pangan Murah tersebut sesuai dengan surat edaran Gubernur Sumatera Utara dan akan dilaksanakan hingga Desember 2026.
“Yang kita pasarkan kepada masyarakat adalah komoditas pertanian, seperti cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, dan tomat, untuk menstabilkan harga pasar yang fluktuasinya kerap meningkat di pasar tradisional Toba,” ujar Porman, Kamis (10/9/2026).
Terkait harga empat komoditas tersebut, Porman mengatakan Dinas Ketapang akan membeli langsung hasil pertanian dari masyarakat. Selanjutnya, komoditas tersebut dijual kembali kepada masyarakat dengan harga yang sama tanpa mengambil keuntungan.
“Semisal harga cabai per kilogram Rp25.000, kita beli dari petani cabai, maka harga jual kepada masyarakat (pembeli) juga seharga pembelian dari petani. Demikian juga dengan bawang dan tomat. Sehingga, dampak dari pangan murah dapat menekan inflasi,” ucapnya.
Lanjut Porman, program tersebut diproyeksikan dilaksanakan minimal sekali dalam seminggu. Namun, frekuensinya dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam seminggu, menyesuaikan anggaran yang nantinya tersedia dalam P-APBD untuk Dinas Ketapang.
Lebih lanjut dikatakannya, Gerakan Pangan Murah bukan hanya dilaksanakan Kabupaten Toba, tetapi juga di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Program tersebut melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Bagian Ekonomi, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), serta Dinas Ketapang.
“Untuk bahan kebutuhan pokok yang dipasarkan dalam Gerakan Pangan Murah berbeda-beda. Jika kita dari Dinas Ketapang memilih komoditas pertanian, sementara Dinas Koperindag memilih produk minyak goreng, telur, beras, dan lainnya. Tujuannya untuk menekan inflasi pasar,” tuturnya.


































