Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Kafein Berpotensi Memperlambat Penuaan, Ini Temuan Peneliti

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 06.00 WIB
kafein_berpotensi_memperlambat_penuaan_ini_temuan_peneliti

Ilustrasi: Peneliti di Queen Mary University of London menemukan bahwa kafein berpotensi memperlambat penuaan. (foto: AI/Mistar)

news_banner

London, MISTAR.ID - Kafein berpotensi membantu memperlambat proses penuaan dengan mengaktifkan sistem energi sel yang berperan dalam pertumbuhan, respons terhadap stres, dan perbaikan DNA.

Dilansir ScienceDaily, penelitian dari Queen Mary University of London menemukan bahwa kafein bekerja melalui AMPK (AMP-activated protein kinase), sensor energi sel yang terdapat pada ragi maupun manusia.

AMPK berfungsi membantu sel menyesuaikan diri ketika energi menurun. Aktivasi sistem ini juga berkaitan dengan metabolisme, ketahanan terhadap stres, serta proses perbaikan kerusakan DNA yang berperan penting dalam penuaan.

“Ketika sel kekurangan energi, AMPK aktif untuk membantu mengatasinya. Hasil kami menunjukkan bahwa kafein membantu mengaktifkan sakelar tersebut,” kata peneliti senior Dr Charalampos (Babis) Rallis.

Temuan itu sekaligus memperbarui pemahaman sebelumnya mengenai cara kerja kafein. Peneliti semula menduga kafein bekerja langsung pada TOR (Target of Rapamycin), regulator pertumbuhan sel yang merespons ketersediaan makanan dan energi.

Namun, studi terbaru menunjukkan kafein tampaknya memengaruhi TOR melalui AMPK. Jalur tersebut kemudian berdampak pada pertumbuhan sel, respons terhadap stres, dan kemampuan memperbaiki DNA.

“Temuan ini membantu menjelaskan mengapa kafein mungkin bermanfaat bagi kesehatan dan umur panjang,” kata Dr John-Patrick Alao, peneliti yang memimpin studi tersebut.

Menurutnya, hasil penelitian juga membuka peluang untuk mempelajari bagaimana mekanisme serupa dapat diaktifkan melalui pola makan, gaya hidup, maupun pengembangan obat.

Meski demikian, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Microbial Cell tersebut dilakukan pada fission yeast atau ragi fisi, organisme bersel tunggal yang memiliki sejumlah mekanisme biologis serupa dengan sel manusia.

Karena itu, penelitian ini belum membuktikan bahwa konsumsi kopi atau kafein secara langsung dapat memperlambat penuaan maupun memperpanjang usia manusia. Temuan tersebut masih menjadi petunjuk biologis yang memerlukan penelitian lanjutan pada manusia. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN