Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Putri Marino Tolak Tawaran Film Lain demi Pertiwi, Apa yang Membuatnya Sebegitu Yakin?

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 14.37 WIB
putri_marino_tolak_tawaran_film_lain_demi_pertiwi_apa_yang_membuatnya_sebegitu_yakin

Putri Marino Tolak Tawaran Film Lain demi Pertiwi, Apa yang Membuatnya Sebegitu Yakin? (foto:wikipedia/imdb/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (9/9/2026) — Putri Marino kembali menunjukkan totalitasnya sebagai seorang aktris. Demi memerankan Pertiwi dalam film Empat Musim Pertiwi garapan Kamila Andini, Putri memilih tidak mengambil proyek film lain agar bisa sepenuhnya fokus mendalami karakter tersebut.

Keputusan itu bukan sekadar soal mengosongkan jadwal syuting. Bagi Putri, Pertiwi merupakan karakter yang membutuhkan ruang besar untuk dibangun dari awal. Setelah membaca naskah yang ditawarkan Kamila Andini, ia merasa tidak bisa menjalani proses tersebut sambil membagi perhatian dengan karakter lain.

Putri bahkan menyebut dirinya ingin memberikan "ruangan yang luas" agar karakter Pertiwi dapat tumbuh selama proses persiapan hingga produksi.

Keputusan itu menunjukkan betapa seriusnya Putri mempersiapkan karakter Pertiwi.

Putri Marino Sengaja Mengosongkan Jadwal demi Pertiwi

Putri mengungkap keputusan tersebut setelah perilisan trailer dan poster Empat Musim Pertiwi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Ia mengaku memilih tidak menerima proyek apa pun ketika mengetahui film garapan Kamila Andini tersebut akan segera memasuki tahap produksi.

Alasannya sederhana tetapi menunjukkan betapa seriusnya ia memandang karakter Pertiwi. Putri merasa harus memulai proses pendalaman dari titik nol tanpa terganggu karakter maupun proyek lain.

"Menurut aku gak bisa main-main sama Pertiwi ini. Jadi emang aku persiapkan sematang mungkin. Aku mulai dari titik nol lagi tanpa gangguan apa pun."

Keputusan itu kemudian memberinya waktu sekitar dua bulan untuk menjalani proses pendalaman karakter bersama sutradara dan tim produksi.

Delapan Workshop untuk Menghidupkan Karakter Pertiwi

Totalitas Putri tidak berhenti pada keputusan menolak proyek lain.

Putri menjalani sejumlah workshop selama sekitar dua bulan, termasuk berkuda, bahasa isyarat, bahasa Jawa, menyanyi, fighting, membuat puisi, dan belajar elektronik.

Di antara berbagai keterampilan yang dipelajari, berkuda dan bahasa Jawa menjadi bagian dari persiapan Putri untuk menghidupkan karakter Pertiwi.

Proses tersebut menunjukkan bahwa karakter Pertiwi memang membutuhkan persiapan fisik sekaligus emosional. Putri tidak hanya dituntut memahami dialog dan cerita, tetapi juga membangun kemampuan-kemampuan yang melekat pada kehidupan tokoh yang dimainkannya.

Dengan demikian, keputusan menolak film lain bukan sekadar bentuk loyalitas terhadap satu produksi. Putri memang sedang menempatkan Pertiwi sebagai fokus utama selama masa persiapan.

Siapa Pertiwi dalam Film Empat Musim Pertiwi?

Empat Musim Pertiwi merupakan film terbaru Kamila Andini yang menempatkan Putri Marino sebagai pemeran utama.

Cerita berpusat pada Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun. Kepulangannya justru tidak disambut hangat oleh warga maupun keluarganya.

Pertiwi harus menghadapi kembali masa lalu yang membuatnya kehilangan kebebasan. Ia juga berhadapan dengan sejumlah orang yang berkaitan dengan masa kelam hidupnya.

Karakter tersebut digambarkan sebagai perempuan kuat dengan jiwa petarung, tetapi sekaligus menyimpan kesabaran, kesendirian, dan keikhlasan yang membuat sosoknya menjadi kompleks. Hal inilah yang membuat Putri tertarik mendalaminya secara serius.

Mengapa Putri Marino Begitu Terikat dengan Karakter Pertiwi?

Jawabannya ada pada kompleksitas karakter.

Pertiwi bukan tokoh yang hanya mengandalkan satu emosi. Ia membawa luka masa lalu, pengalaman panjang, dan konflik yang membuat perjalanan batinnya menjadi bagian penting dari cerita.

Karena itu, Putri tampaknya melihat Pertiwi sebagai karakter yang tidak cukup dimainkan hanya dengan menghafalkan dialog atau mengikuti arahan ketika kamera mulai merekam.

Ia membutuhkan proses.

Dari membaca naskah, berdiskusi dengan Kamila Andini, mengikuti workshop, belajar berbagai keterampilan baru, hingga akhirnya masuk ke lokasi syuting tanpa membawa "beban" karakter lain.

Kolaborasi Putri Marino dan Kamila Andini kembali berlanjut setelah keduanya bekerja sama dalam Gadis Kretek.

Putri Marino dan Pertiwi, Lebih dari Sekadar Peran

Keputusan Putri menolak proyek lain pada akhirnya memberi gambaran bagaimana ia memandang profesinya sebagai aktor.

Di tengah banyaknya tawaran dan kesempatan untuk tampil di berbagai produksi, Putri justru memilih berhenti sejenak dan memberikan ruang sepenuhnya kepada satu karakter.

Pilihan itu berisiko. Namun, bagi Putri, Pertiwi tampaknya terlalu besar untuk dikerjakan setengah hati.

Sebelum tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi akan menjalani world premiere di TIFF 2026 dan melanjutkan perjalanan festivalnya ke BIFF 2026 serta Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, pertanyaan berikutnya bukan lagi mengapa Putri Marino menolak film lain demi Pertiwi.

Melainkan, seperti apa sosok Pertiwi yang akhirnya lahir setelah seorang Putri Marino memberikan seluruh ruangnya untuk karakter tersebut?

(idn/rcti/sindonews/teater/volix/rri/koma/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN