Produksi Motor Listrik Nasional Ditarget 100 Ribu Unit per Tahun dengan TKDN 60 Persen

Ilustrasi. Motor listrik Alva. (Foto: Antara Foto/Darryl Ramadhan)
Jakarta, MISTAR.ID - Pemerintah mulai menyiapkan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) yang tidak hanya berfokus pada produksi sepeda motor listrik, tetapi juga mencakup rantai pasok mulai dari desain, baterai, manufaktur, pengisian daya hingga distribusi.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta mengatakan PT LEN Industri (Persero) mendapat mandat sebagai integrator dalam program Molinas.
"Motor Listrik Nasional kami juga terlibat di dalamnya, dan sebagai penugasan memang diberikan langsung mandatnya itu ke PT LEN Persero. Dan PT LEN ini akan menjadi nantinya integrator dari program Motor Listrik Nasional," kata Setia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (9/9/2026).
Menurut Setia, pengembangan Molinas akan mengikuti roadmap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik yang telah ditetapkan pemerintah.
Pada 2026, target TKDN kendaraan listrik berada di angka 40 persen. Sementara pada tahun berikutnya, industri menyatakan kesiapan untuk meningkatkan TKDN hingga 60 persen.
"Kalau memang nanti sampai tahun ini 40%, tahun depan mereka juga sudah menyatakan kesiapan sampai 60%. Jadi kesiapan Molinas sendiri, TKDN-nya pasti akan mengikut pada roadmap yang ada sekarang," ujarnya.
Dari sisi kapasitas produksi, ekosistem Molinas yang tengah dibangun diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 100 ribu unit motor listrik per tahun.
Investasi yang terlibat dalam pengembangan ekosistem tersebut mencapai Rp2,6 triliun. Setia mengatakan terdapat sejumlah proses manufaktur dan industri yang akan terlibat dalam rantai produksi Molinas.
"Untuk Molinas ini sendiri juga ada kapasitas yang kerja sama saat ini yang ada ini bisa sampai 100.000 unit per tahun dan total investasi yang terlibat di sini ada Rp2,6 triliun," katanya.
Ekosistem Molinas nantinya mencakup pengembangan desain dan riset, produksi baterai, manufaktur dan perakitan, stasiun pengisian daya, distribusi, layanan purnajual hingga pembiayaan.
Dalam ekosistem tersebut, Danantara akan dilibatkan dalam pendanaan. PT LEN menjadi lead integrator untuk pengembangan Molinas, sementara produksi baterai akan melibatkan CATL melalui fasilitas yang sedang dibangun di Karawang.
Untuk manufaktur dan perakitan, PT LEN akan terlibat setelah 2028. Sementara fasilitas pengisian daya akan terhubung dengan ekosistem PT PLN (Persero).
Distribusi dan layanan purnajual juga menjadi bagian dari ekosistem yang disiapkan pemerintah, termasuk skema pendanaan dan pembiayaan untuk penggunaan kendaraan listrik. (hm25/CNBC Indonesia)
PREVIOUS ARTICLE
Komisi VII Panggil Lagi TikTok Shop dan Tokopedia, Tuntut Penjelasan 217 Dana UMKM Dibekukan

































