Indonesia Richest Family: 10 Keluarga dan Dinasti Bisnis Terkaya Indonesia

Indonesia Richest Family: 10 Keluarga dan Dinasti Bisnis Terkaya Indonesia. (foto ilustrasi:nanobanana2/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (9/9/2026) — Indonesia Richest Family bukan sekadar soal siapa yang memiliki harta paling besar. Di balik daftar keluarga terkaya Indonesia terdapat gurita bisnis yang membentang dari perbankan, rokok, sawit, makanan, properti, kesehatan hingga ritel.
Dalam daftar Indonesia's 50 Richest 2025 yang dirilis Forbes, keluarga Hartono kembali menjadi kelompok keluarga dengan kekayaan terbesar. R. Budi dan Michael Hartono tercatat memiliki kekayaan gabungan US$43,8 miliar.
Forbes menyusun daftar tersebut berdasarkan kepemilikan saham, informasi keuangan perusahaan, laporan tahunan, bursa, serta estimasi nilai perusahaan privat. Perhitungan kekayaan publik menggunakan harga saham dan kurs per 21 November 2025.
Menariknya, daftar orang terkaya Forbes mencampurkan kekayaan individu dan keluarga. Karena itu, istilah Indonesia Richest Family dalam artikel ini merujuk pada kelompok keluarga yang secara eksplisit dicatat Forbes sebagai kekayaan keluarga atau melibatkan beberapa anggota keluarga.
1. Keluarga Hartono – US$43,8 Miliar
Keluarga Hartono masih berada di puncak jajaran keluarga terkaya Indonesia. R. Budi Hartono dan Michael Hartono tercatat memiliki kekayaan gabungan US$43,8 miliar dalam daftar Forbes 2025.
Sumber kekayaan keluarga ini berawal dari bisnis rokok kretek melalui Djarum. Namun, bisnis tersebut kemudian berkembang jauh lebih luas.
Porsi kekayaan terbesar Hartono berasal dari kepemilikan di Bank Central Asia (BCA). Selain perbankan dan rokok, keluarga ini memiliki kepentingan di properti, elektronik melalui Polytron, serta bisnis digital melalui Global Digital Niaga yang menaungi Blibli.
Dengan diversifikasi tersebut, Hartono menjadi contoh paling jelas bagaimana sebuah bisnis keluarga dapat berubah menjadi kerajaan usaha lintas sektor.
2. Keluarga Widjaja – US$28,3 Miliar
Di posisi berikutnya terdapat Widjaja family dengan kekayaan US$28,3 miliar.
Keluarga ini merupakan pewaris kerajaan bisnis yang dibangun mendiang Eka Tjipta Widjaja. Gurita usaha keluarga berkembang melalui Sinar Mas, dengan bisnis yang mencakup kertas, properti, jasa keuangan, layanan kesehatan, agribisnis dan telekomunikasi.
Keluarga Widjaja juga memiliki kepentingan besar di sektor kelapa sawit melalui Golden Agri-Resources serta bisnis properti melalui Sinarmas Land.
Besarnya portofolio membuat keluarga Widjaja menjadi salah satu contoh Indonesia Richest Family dengan diversifikasi bisnis paling luas.
3. Keluarga Salim – US$13,6 Miliar
Nama Salim family juga tidak bisa dilepaskan dari sejarah konglomerasi Indonesia.
Forbes mencatat Anthoni Salim dan keluarga memiliki kekayaan US$13,6 miliar pada 2025. Sumber kekayaannya berasal dari bisnis yang sangat beragam melalui Salim Group, mulai dari makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi hingga energi.
Salah satu aset bisnis paling dikenal adalah Indofood, produsen makanan yang juga menjadi salah satu produsen mi instan terbesar di dunia.
Keluarga Salim juga memiliki kepentingan melalui First Pacific serta investasi di sektor pertambangan, termasuk Bumi Resources, Medco Energi dan Amman Mineral.
4. Keluarga Tahir – US$9,8 Miliar
Keluarga Tahir menempati posisi berikutnya dengan kekayaan US$9,8 miliar dalam daftar Forbes 2025.
Kekayaan keluarga ini dibangun melalui Mayapada Group, konglomerasi yang bergerak di bidang perbankan, kesehatan, media dan properti.
Keluarga Tahir juga memiliki saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia. Portofolionya turut mencakup aset properti di Singapura.
Menariknya, jaringan bisnis keluarga ini juga memiliki hubungan dengan keluarga konglomerat lain. Istri Tahir, Rosy, merupakan putri dari taipan Mochtar Riady, pendiri Lippo Group.
5. Keluarga Tanoko – US$8,1 Miliar
Wijono dan Hermanto Tanoko serta keluarga tercatat memiliki kekayaan US$8,1 miliar.
Bisnis keluarga Tanoko berakar dari Avia Avian, perusahaan cat yang didirikan Soetikno Tanoko pada 1978. Di bawah generasi berikutnya, bisnis berkembang ke sektor FMCG, properti dan ritel.
Keluarga ini juga memiliki bisnis air minum dalam kemasan melalui Sariguna Primatirta.
Ekspansi tersebut memperlihatkan bagaimana bisnis manufaktur yang awalnya fokus pada satu sektor dapat berkembang menjadi kelompok usaha yang lebih terdiversifikasi.
6. Keluarga Karim – US$4,2 Miliar
Keluarga Karim memiliki kekayaan US$4,2 miliar berdasarkan daftar Forbes 2025.
Bersama saudara-saudaranya, Bachtiar Karim menjalankan Musim Mas, perusahaan sawit terintegrasi yang memiliki aktivitas mulai dari perkebunan hingga pengolahan minyak sawit. Forbes mencatat Musim Mas membukukan pendapatan US$8,2 miliar pada 2024.
Akar bisnis keluarga ini bahkan lebih panjang. Ayah mereka, Anwar Karim, mendirikan Nam Cheong Soap Factory pada 1932. Keluarga kemudian membuka kilang minyak sawit pertama mereka di Indonesia pada 1970 sebelum Musim Mas secara resmi berdiri dua tahun kemudian.
Selain sawit, generasi berikutnya mulai memperluas bisnis ke sektor properti dan perhotelan.
7. Keluarga Riady – US$3,75 Miliar
Keluarga Riady merupakan salah satu nama lama dalam peta konglomerasi Indonesia.
Forbes mencatat kekayaan Mochtar Riady dan keluarga mencapai US$3,75 miliar pada 2025. Sumber kekayaan utamanya berasal dari Lippo Group, yang kini dijalankan oleh putra-putranya, James dan Stephen Riady.
Bisnis Lippo mencakup properti, ritel, kesehatan, media dan pendidikan.
Mochtar Riady sendiri membangun karier bisnis dari usaha toko sepeda sebelum masuk ke industri perbankan. Setelah melewati krisis finansial Asia 1997, kerajaan bisnis keluarga tersebut berkembang dengan portofolio yang semakin beragam.
8. Keluarga Setiawan – US$3,6 Miliar
Setiawan family tercatat memiliki kekayaan US$3,6 miliar.
Keluarga ini dikenal sebagai pengendali Kalbe Farma, perusahaan farmasi yang didirikan Boenjamin Setiawan bersama saudara-saudaranya pada 1966.
Bisnis keluarga tidak berhenti di industri farmasi. Setiawan family juga mengendalikan Mitra Keluarga Karyasehat, operator jaringan rumah sakit yang memiliki puluhan rumah sakit di Pulau Jawa.
Dengan demikian, sumber kekayaan keluarga Setiawan sangat erat dengan sektor kesehatan, dari produk farmasi hingga layanan rumah sakit.
9. Keluarga Jogi Hendra Atmadja – US$3,5 Miliar
Keluarga Jogi Hendra Atmadja memiliki kekayaan sekitar US$3,5 miliar menurut Forbes 2025.
Sumber utama kekayaan berasal dari Mayora Group, salah satu perusahaan makanan konsumen terbesar di Indonesia.
Produk Mayora telah dikenal luas melalui merek seperti Kopiko, Roma dan Danisa. Forbes menyebut produk-produk Mayora telah dipasarkan di lebih dari 100 negara.
Bisnis keluarga ini bermula jauh sebelum Mayora menjadi perusahaan besar. Keluarga Atmadja mulai memproduksi biskuit dari rumah pada 1948 dan kemudian secara resmi mendirikan Mayora Group pada 1977.
10. Keluarga Wonowidjojo – US$3,2 Miliar
Melengkapi daftar 10 Indonesia Richest Family, terdapat keluarga Wonowidjojo dengan kekayaan US$3,2 miliar.
Keluarga ini memperoleh sebagian besar kekayaannya dari bisnis rokok kretek Gudang Garam.
Perusahaan tersebut didirikan Surya Wonowidjojo pada 1958. Setelah melewati beberapa generasi, bisnis tetap berada di bawah kendali keluarga. Susilo Wonowidjojo menjadi presiden direktur sejak 2009, sementara putranya Indra Gunawan Wonowidjojo dipercaya sebagai wakil presiden direktur sejak 2022.
Keluarga Wonowidjojo juga memiliki kepentingan di sektor sawit melalui Makin Group. Di luar bisnis rokok, ekspansi terbaru mereka mencakup infrastruktur, termasuk operasional Bandara Internasional Dhoho di Kediri dan pembangunan jalan tol yang menghubungkan bandara tersebut dengan Kota Kediri.
Indonesia Richest Family, Bukan Sekadar Soal Harta
Daftar Indonesia Richest Family menunjukkan satu pola yang cukup jelas: kekayaan keluarga-keluarga besar Indonesia tidak bertumpu pada satu bisnis saja.
Hartono menggabungkan rokok, perbankan, properti dan teknologi. Widjaja memiliki kerajaan usaha dari sawit hingga properti dan telekomunikasi. Salim menguasai rantai bisnis dari makanan hingga energi. Sementara keluarga lain membangun kekayaan melalui sektor yang lebih spesifik seperti farmasi, makanan, cat, sawit dan rokok.
Forbes mencatat total kekayaan 50 orang terkaya Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari US$300 miliar, naik 16% dibanding tahun sebelumnya. Namun, daftar tersebut bukan daftar khusus keluarga karena di dalamnya terdapat kombinasi kekayaan individu dan keluarga.
Daftar berikut merupakan kurasi 10 entri keluarga atau kekayaan keluarga yang tercantum dalam Forbes Indonesia’s 50 Richest 2025, bukan peringkat resmi Forbes atas 10 keluarga terkaya Indonesia.
Di tengah perubahan ekonomi dan pergeseran bisnis ke sektor teknologi, energi, kesehatan hingga data center, pertanyaan menarik berikutnya bukan hanya siapa yang paling kaya, tetapi keluarga mana yang mampu mempertahankan kekayaannya lintas generasi.
(forbes/*/hm27)

































