Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Huawei dan Xiaomi Curi Start Sebelum iPhone Lipat Apple Debut, Harga Tembus Rp65 Juta

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 05.31 WIB
huawei_dan_xiaomi_curi_start_sebelum_iphone_lipat_apple_debut_harga_tembus_rp65_juta

Xiaomi (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Persaingan ponsel lipat semakin panas. Huawei dan Xiaomi memilih mencuri start dengan memperkenalkan perangkat lipat terbaru hanya beberapa hari sebelum Apple diperkirakan memperkenalkan iPhone lipat pertamanya.

Huawei meluncurkan Mate XT2, sedangkan Xiaomi memperkenalkan Xiaomi 18 Fold pada Senin (7/9/2026). Keduanya hadir dengan pendekatan berbeda, tetapi sama-sama menyasar pasar premium yang selama ini menjadi medan utama para pemain smartphone global.

Huawei Mate XT2 Bawa Teknologi Lipat Dua

Huawei Mate XT2 menjadi salah satu perangkat paling agresif dalam persaingan ponsel lipat. Perangkat ini menggunakan mekanisme dua kali lipat, sehingga ketika dibentangkan, ukurannya dapat berubah menjadi seperti tablet.

Di sektor performa, Huawei membekali Mate XT2 dengan Kirin 9050 Pro. Chip tersebut diklaim membawa peningkatan kemampuan komputasi sekaligus efisiensi yang lebih baik.

Huawei juga memperkenalkan arsitektur LogicFolding, teknologi yang dikaitkan dengan prinsip Hukum Skala Tau. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Huawei mempertahankan inovasi chip di tengah keterbatasan akses perusahaan terhadap sejumlah teknologi semikonduktor canggih.

Tak hanya mengandalkan spesifikasi, Mate XT2 mendapat sejumlah penyempurnaan pada desain. Huawei melakukan pembaruan terhadap engsel, meningkatkan ketahanan terhadap air, serta menghadirkan fitur layar privasi.

Harga Huawei Mate XT2 Tembus Rp65 Juta

Teknologi premium tersebut dibanderol dengan harga yang tidak murah.

Huawei Mate XT2 dipasarkan mulai 19.999 yuan atau sekitar Rp52 juta. Sementara varian tertinggi mencapai 24.999 yuan, setara sekitar Rp65,6 juta.

Penjualan perdana perangkat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026.

Harga tinggi juga menjadi perhatian Direktur Eksekutif Huawei Richard Yu. Menurutnya, lonjakan harga komponen memori membuat penentuan harga produk menjadi tantangan tersendiri.

"Penetapan harga menjadi tantangan nyata, karena biaya memori meningkat tajam," ujar Richard Yu, dikutip dari Reuters.

Xiaomi 18 Fold Hadir Lebih Tipis dan Ringan

Berbeda dengan Huawei, Xiaomi membawa konsep foldable berukuran sedang melalui Xiaomi 18 Fold.

Saat dilipat, perangkat ini disebut memiliki ukuran menyerupai paspor. Ketebalannya hanya 5,02 mm, dengan bobot sekitar 219 gram.

Ketika dibuka, layar Xiaomi 18 Fold dirancang mampu menjalankan hingga tiga aplikasi secara bersamaan. Pendekatan tersebut menunjukkan Xiaomi tidak hanya mengejar bentuk ringkas, tetapi juga menjadikan layar besar sebagai perangkat produktivitas.

Untuk dapur pacu, Xiaomi menggunakan chipset buatannya sendiri, AI XRing 03.

CEO Xiaomi Lei Jun bahkan secara terbuka membandingkan kemampuan perangkat tersebut dengan calon pesaingnya dari Apple. Ia menyebut chipset Xiaomi memiliki responsivitas yang lebih unggul dibandingkan A19 Pro.

Xiaomi Serang Apple dari Sisi Bobot dan Harga

Lei Jun juga menyoroti bobot perangkat. Dengan berat 219 gram, Xiaomi 18 Fold diklaim lebih ringan dibandingkan iPhone Pro Max.

Dari sisi harga, Xiaomi menawarkan banderol yang lebih rendah dibandingkan Mate XT2. Xiaomi 18 Fold dipasarkan mulai 10.999 yuan atau sekitar Rp28,8 juta, sedangkan varian tertingginya mencapai 14.999 yuan atau sekitar Rp39,4 juta.

Lei mengakui perangkat tersebut bukan produk murah. Namun, Xiaomi menilai harga tersebut sepadan dengan teknologi yang ditawarkan, terutama di tengah kenaikan harga komponen memori.

"Saat ini memori sangat mahal. Kami tidak menyebut itu murah, namun sebanding dengan harganya," kata Lei.

Apple Belum Debut, Huawei dan Xiaomi Sudah Unjuk Gigi

Timing peluncuran Huawei dan Xiaomi menjadi menarik karena keduanya hadir menjelang langkah besar Apple di pasar ponsel lipat.

Jika Apple benar-benar memperkenalkan iPhone lipat pada 9 September 2026, persaingan tidak lagi sekadar soal siapa yang lebih dulu masuk ke pasar. Huawei dan Xiaomi sudah menempatkan produk mereka di etalase ketika Apple baru memulai debutnya.

Pertarungan berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan masing-masing merek menawarkan kombinasi desain, performa, daya tahan, pengalaman perangkat lunak, serta harga.

Dengan banderol hingga puluhan juta rupiah, pasar ponsel lipat premium jelas bukan arena massal. Namun, langkah Huawei dan Xiaomi menunjukkan satu hal: Apple memasuki pasar yang sudah jauh lebih matang dan kompetitif dibandingkan beberapa tahun lalu.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN