Dividen Interim Bank Mandiri Rp6,16 Triliun, Ini Jadwal Cum dan Pembayarannya

Dividen Interim Bank Mandiri Rp6,16 Triliun, Ini Jadwal Cum dan Pembayarannya. (foto ilustrasi:nanobanana2/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (8/9/2026) — Kabar baik kembali datang untuk pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Perseroan akan membagikan dividen interim Bank Mandiri sebesar Rp66 per saham, dengan total nilai mencapai sekitar Rp6,16 triliun.
Dividen interim Bank Mandiri untuk tahun buku 2026 tersebut akan dibayarkan pada 2 Oktober 2026. Investor yang ingin mendapatkan pembagian dividen ini perlu memperhatikan sejumlah tanggal penting, terutama 15 September 2026 sebagai cum dividen di pasar reguler dan negosiasi.
Keputusan pembagian dividen interim Bank Mandiri telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi pada 3 September 2026 dan disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dividen Interim Bank Mandiri Rp66 per Saham
Bank Mandiri menetapkan dividen interim sebesar Rp66 per saham berdasarkan jumlah saham beredar sebanyak sekitar 93,33 miliar saham. Dengan jumlah tersebut, total dana yang disiapkan untuk dibagikan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp6,16 triliun.
Bagi investor, besaran tersebut berarti setiap kepemilikan 1.000 saham BMRI berpotensi memperoleh dividen bruto sebesar Rp66.000. Sementara pemegang 10.000 saham akan mendapatkan Rp660.000, sebelum memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku.
Namun, angka Rp66 per saham perlu dipahami secara tepat.
Ini adalah dividen interim, bukan total dividen Bank Mandiri untuk tahun buku 2026.
Dividen interim merupakan pembagian sebagian laba sebelum keseluruhan kinerja satu tahun buku selesai dan sebelum keputusan dividen final ditetapkan.
Kapan Dividen Interim Bank Mandiri Dibagikan?
Pembayaran dividen interim Bank Mandiri dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.
Investor perlu memperhatikan tanggal cum dan ex dividen karena hak atas dividen ditentukan berdasarkan mekanisme perdagangan dan pencatatan saham.
Untuk pasar reguler dan negosiasi, cum dividen jatuh pada 15 September 2026, sedangkan ex dividen pada 16 September 2026.
Sementara untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 17 September 2026 dan ex dividen pada 18 September 2026.
Adapun recording date atau tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah 17 September 2026. Selanjutnya, pembayaran dilakukan pada 2 Oktober 2026.
Dengan demikian, investor yang membidik dividen interim Bank Mandiri perlu mencermati 15 September 2026, bukan sekadar tanggal pembayaran 2 Oktober.
Siapa yang Berhak Mendapatkan Dividen BMRI?
Dividen interim Bank Mandiri diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham dan/atau pemilik saham pada subrekening efek di KSEI sesuai tanggal pencatatan yang ditentukan perseroan.
Dengan kata lain, tidak semua orang yang pernah memiliki saham BMRI sepanjang 2026 otomatis memperoleh dividen.
Investor yang memenuhi ketentuan perdagangan cum dividen dan tercatat sebagai pemegang saham yang berhak pada recording date akan menerima dividen sesuai jumlah saham yang menjadi haknya.
Inilah alasan tanggal perdagangan menjadi sangat penting bagi investor yang ingin mengejar dividen BMRI.
Dividen Interim Bank Mandiri dan Kondisi Fundamental Perseroan
Pembagian dividen interim Bank Mandiri kali ini menarik karena datang di tengah pertumbuhan bisnis yang masih kuat.
Manajemen menyebut keputusan tersebut mencerminkan keyakinan terhadap fundamental Bank Mandiri sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada pemegang saham, termasuk investor ritel.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyatakan pembagian dividen dilakukan dengan tetap memperhatikan kecukupan modal, likuiditas, rasio keuangan, dan ruang pertumbuhan bisnis.
Artinya, perseroan tidak sekadar mengeluarkan dana kepada pemegang saham, tetapi berupaya menjaga keseimbangan antara return kepada investor dan kebutuhan ekspansi bisnis.
Kinerja Bank Mandiri Jadi Penopang Dividen Interim
Optimisme tersebut memiliki dasar.
Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only tumbuh 17,6% secara tahunan menjadi Rp1.592 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,6% menjadi Rp1.687 triliun. Total aset juga mencapai Rp2.358 triliun atau tumbuh 20,7% secara tahunan.
Sementara itu, laba bersih hingga Agustus 2026 tercatat Rp37,5 triliun, naik 22,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kombinasi pertumbuhan kredit, DPK, aset, dan laba tersebut menjadi konteks penting di balik keputusan pembagian dividen interim.
Menariknya, Total Dividen Bank Mandiri 2026 Sudah Rp50,63 Triliun
Ada fakta yang membuat angka Rp6,16 triliun ini semakin menarik.
Dengan pembagian dividen interim tahun buku 2026 tersebut, total dividen yang disalurkan Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun.
Angka tersebut terdiri dari dividen tahun buku 2025 sebesar sekitar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.
Namun, jangan keliru membaca angka tersebut sebagai total dividen untuk satu tahun buku 2026.
Dividen Rp6,16 triliun merupakan pembayaran interim. Besaran dividen final tahun buku 2026 nantinya tetap bergantung pada kinerja perseroan dan keputusan yang diambil melalui mekanisme perusahaan.
Dividen Interim Turun dari Tahun Sebelumnya, Haruskah Khawatir?
Jika dibandingkan dengan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham, dividen interim tahun buku 2026 memang lebih rendah, yakni Rp66 per saham.
Namun, perbandingan tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kinerja atau prospek Bank Mandiri memburuk.
Investor perlu membedakan antara dividen interim dan total dividen tahunan.
Selain itu, besaran dividen tidak hanya ditentukan oleh laba, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan modal, likuiditas, ekspansi kredit, kondisi bisnis, serta kebijakan payout perusahaan.
Justru, yang menarik untuk diperhatikan adalah apakah pertumbuhan laba dan bisnis sepanjang sisa 2026 nantinya memberi ruang bagi dividen final yang lebih besar.
Jangan Terjebak Mengejar Rp66 per Saham
Bagi investor ritel, dividen Rp66 per saham memang terlihat menarik. Tetapi mengejar dividen semata-mata juga memiliki risiko.
Harga saham BMRI dapat bergerak menjelang maupun setelah tanggal ex dividen dan tidak semata-mata ditentukan oleh besaran dividen. Karena itu, keuntungan investor tidak cukup dihitung dari nominal dividen yang diterima.
Investor sebaiknya mempertimbangkan harga beli BMRI, potensi capital gain atau capital loss, dividend yield, pajak, biaya transaksi, serta prospek fundamental Bank Mandiri.
Dengan kata lain, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya:
“Berapa dividen BMRI yang saya dapat?”
Tetapi juga:
“Berapa total return yang berpotensi saya peroleh setelah memperhitungkan harga saham dan dividen?”
Kesimpulan: Dividen interim Bank Mandiri tahun buku 2026 ditetapkan sebesar Rp66 per saham dengan total sekitar Rp6,16 triliun.
Dividen akan dibayarkan pada 2 Oktober 2026, sementara recording date ditetapkan 17 September 2026. Untuk pasar reguler dan negosiasi, investor perlu mencermati 15 September 2026 sebagai cum dividen dan 16 September 2026 sebagai ex dividen.
Yang membuat aksi korporasi ini menarik bukan hanya nilai dividen, tetapi juga konteks fundamentalnya. Bank Mandiri masih mencatat pertumbuhan kredit, DPK, aset, dan laba yang solid hingga Agustus 2026.
Bagi pemegang saham BMRI, fokus berikutnya bukan sekadar menunggu pencairan Rp66 per saham, tetapi mencermati kinerja Bank Mandiri hingga akhir 2026 dan peluang dividen final.
(bcasekuritas/antara/bankmandiri/kontan/*/hm27)




































