Raffi Ahmad Batal Terbang ke Aceh Gegara Erupsi Anak Krakatau, Ini Kronologinya

Raffi Ahmad Batal Terbang ke Aceh Gegara Erupsi Anak Krakatau. (foto:inilah/esdm/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (7/9/2026) — Rencana Raffi Ahmad dan Nagita Slavina terbang ke Aceh mendadak kandas. Bukan karena perubahan agenda, keduanya batal terbang ke Aceh setelah erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan penerbangan dari Jakarta.
Raffi Ahmad dan Nagita sedianya hadir di Banda Aceh pada Minggu (6/9/2026) untuk mengikuti rangkaian agenda Festival Jajarans sekaligus menghadiri laga persahabatan Persiraja Banda Aceh melawan RANS Nusantara FC.
Namun, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat operasional sejumlah bandara terganggu, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Demi keselamatan penerbangan, aktivitas di sejumlah bandara pun dihentikan sementara. Kondisi itu membuat perjalanan Raffi dan Nagita ke Aceh tidak dapat dilanjutkan.
Raffi Ahmad dan Nagita Batal ke Aceh, Ada Apa?
Kabar batalnya kedatangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina disampaikan keduanya melalui unggahan di media sosial pada Minggu.
Raffi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh, keluarga besar Persiraja, serta para suporter yang telah menantikan kehadiran mereka.
Ia menjelaskan, erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap penerbangan sehingga dirinya dan Nagita belum dapat berangkat ke Banda Aceh.
Keduanya juga berharap dapat kembali bertemu dengan masyarakat Aceh pada kesempatan berikutnya.
Meski Raffi dan Nagita tidak hadir, agenda yang telah disiapkan di Banda Aceh tetap berjalan. Laga persahabatan Persiraja versus RANS Nusantara FC juga tetap digelar sesuai jadwal.
Kronologi Raffi Ahmad Batal Terbang ke Aceh
Gangguan penerbangan terjadi setelah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat dan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah.
Badan Geologi mencatat satu episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
Aktivitas tersebut kemudian diikuti erupsi strombolian. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sekitar gunung, tetapi juga mengganggu lalu lintas udara.
Pada Minggu (6/9), sejumlah bandara ditutup sementara karena sebaran abu vulkanik dinilai berisiko terhadap keselamatan penerbangan. Kondisi inilah yang membuat rencana perjalanan Raffi Ahmad dan Nagita menuju Aceh ikut terdampak.
Erupsi Anak Krakatau Ganggu 467 Penerbangan
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan terbilang besar.
Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 467 penerbangan terdampak, terdiri dari 409 penerbangan domestik dan 58 penerbangan internasional. Gangguan tersebut berdampak terhadap sekitar 150.000 penumpang. Data tersebut merupakan catatan per 6 September 2026 dan jumlahnya masih dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.
Sejumlah penerbangan mengalami pembatalan maupun penjadwalan ulang. Pemerintah menegaskan keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum operasional penerbangan kembali dilakukan.
Daftar Bandara yang Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Sebanyak delapan bandara sempat ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Bandara yang terdampak meliputi:
- Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
- Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
- Bandara Radin Inten II, Lampung
- Bandara Husein Sastranegara, Bandung
- Bandara Budiarto, Curug
- Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
- Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
- Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan
Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi karena keberadaan abu vulkanik di jalur penerbangan dapat membahayakan pesawat.
Kondisi Gunung Anak Krakatau Terkini
Bagaimana kondisi Gunung Anak Krakatau sekarang?
Berdasarkan evaluasi Badan Geologi per 7 September 2026 pukul 06.00 WIB, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga.
Pada periode 6–7 September, pengamatan menunjukkan aktivitas erupsi strombolian. Badan Geologi juga mencatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, serta 98 kali gempa hybrid/fase banyak.
Badan Geologi menyebut probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode berikutnya masih tinggi. Potensi bahayanya antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.
Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga yang terdampak abu vulkanik juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker.
Raffi Ahmad Belum Ungkap Destinasi Setelah Batal Terbang
Setelah batal berangkat ke Aceh, belum ada informasi terkonfirmasi mengenai destinasi lain yang dituju Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Yang telah disampaikan keduanya adalah harapan untuk dapat kembali terbang ke Aceh pada kesempatan berikutnya.
Sementara itu, agenda di Banda Aceh tetap berjalan tanpa kehadiran Raffi dan Nagita. Laga Persiraja kontra RANS Nusantara FC tetap digelar sesuai rencana di Stadion Harapan Bangsa.
Batalnya perjalanan Raffi Ahmad menjadi salah satu contoh dampak langsung erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap aktivitas masyarakat. Gangguan penerbangan yang terjadi jauh lebih luas, dengan ratusan penerbangan dan sekitar 150.000 penumpang terdampak.
Untuk perkembangan terbaru, masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah, Badan Geologi, BMKG, serta pihak bandara dan maskapai.
(inilah/dephub/geologiesdm/cnn/*/hm27)

























