Monday, September 7, 2026
home_banner_first
SUMUT

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Polda Sumut Kerahkan 108 Personel di Kualanamu

Mistar.idSenin, 7 September 2026 pukul 10.38 WIB
erupsi_gunung_anak_krakatau_ganggu_penerbangan_polda_sumut_kerahkan_108_personel_di_kualanamu

Personel Gabungan saat melakukan pengamanan di Bandara Kualanamu Deli Serdang. (foto:dokumen Polda Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (7/9/2026) - Akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda atau di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra yang terjadi pada Jumat, 4 September 2026 malam, sejumlah jadwal penerbangan di Indonesia terganggu. Gangguan tersebut tidak hanya terjadi di daerah Pulau Jawa atau Jakarta, melainkan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, juga turut terdampak.

Berdasarkan data yang diperoleh Mistar, pada Minggu, 6 September 2026, setidaknya ada 58 penerbangan di Bandara Kualanamu. Gangguan penerbangan itu terdiri atas pembatalan penerbangan keberangkatan dan kedatangan serta satu penerbangan yang dialihkan ke Bandara Kualanamu.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bergerak cepat. Sejak Minggu pagi, sebanyak 108 orang personel dikerahkan untuk memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak pembatalan penerbangan tersebut.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara Kombes Pol Dr Ferry Walintukan mengatakan, guna memastikan kondisi pengamanan berjalan optimal, Wakapolda Sumut Brigjen Naek Pamen Simanjuntak bersama Kapolresta Deli Serdang telah melakukan pemantauan langsung pada Minggu malam.

“Iya benar, pada Minggu malam. Pak Wakapolda bersama Kapolresta Deli Serdang dan rombongan telah melakukan pengecekan langsung, guna memastikan seluruh proses evakuasi dan pengamanan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Kombes Ferry Walintukan, Senin (7/9/2026).

Sambung Ferry, dalam kegiatan ini sebanyak 108 personel gabungan turut dikerahkan untuk memberikan pengamanan dan pelayanan di Bandara Kualanamu. Dengan rincian, sebanyak 30 orang personel Direktorat Samapta Polda Sumut, 10 personel Direktorat Pam Obvit Polda Sumut, 60 personel Polresta Deli Serdang, beserta unsur TNI dan Aviation Security (Avsec).

“Seluruh personel ini kita tempatkan di titik strategis, termasuk Posko Reaksi Cepat, area informasi keberangkatan, pintu kedatangan, serta melaksanakan patroli di kawasan terminal dan lingkungan bandara,” terangnya.

Tak hanya itu, Polresta Deli Serdang juga menyediakan layanan kesehatan bagi penumpang yang membutuhkan. Dengan kehadiran personel Polri di lokasi, diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.

Selain memberikan pengarahan dan pengamanan terhadap para penumpang, personel-personel ini juga akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di bandara serta berkoordinasi dengan pihak pengelola bandara, maskapai penerbangan, TNI, Avsec, dan stakeholder terkait.

Sejauh ini, lanjut Ferry, adapun langkah-langkah yang telah dilakukan pihaknya. Di antaranya, mulai dari memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi BMKG dan PVMBG, melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder, hingga menjaga ketertiban di lingkungan bandara.

Personel gabungan juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi peningkatan keluhan penumpang, antrean panjang di area pelayanan maskapai, serta kepadatan di akses menuju bandara dan terminal penumpang. Sementara itu, pihak maskapai membuka layanan kepada penumpang terdampak untuk melakukan penjadwalan ulang penerbangan atau pengembalian dana melalui customer service masing-masing maskapai. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN