Monday, September 7, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan dan Picu PJJ di Jakarta-Banten

Mistar.idSenin, 7 September 2026 pukul 08.03 WIB
erupsi_gunung_anak_krakatau_ganggu_penerbangan_dan_picu_pjj_di_jakartabanten

Kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Selain mengganggu operasional penerbangan, abu vulkanik yang terbawa angin juga memengaruhi aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar.

Dampak erupsi dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Lampung, Banten, DKI Jakarta hingga Jawa Barat. Aktivitas penerbangan menjadi salah satu sektor yang mengalami gangguan cukup besar akibat kondisi udara dan sebaran abu vulkanik.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut terdapat delapan bandara di Indonesia yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Gangguan tersebut turut menyebabkan ratusan ribu penumpang mengalami penundaan perjalanan.

Hingga Senin (7/9/2026) pagi, enam bandara masih mengalami penutupan operasional. Masa penutupan tersebut kembali diperpanjang hingga pukul 09.00 WIB.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi penerbangan dan dampak sebaran abu vulkanik.

"Penutupan bandara diperpanjang sampai dengan jam 09.00 WIB," ujar Lukman saat dihubungi, Senin (7/9/2026).

Enam bandara yang masih ditutup yakni:

  1. Bandara Soekarno-Hatta (CGK), ditutup pukul 23.20 hingga 08.59 WIB.
  2. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), ditutup pukul 23.26 hingga 08.59 WIB.
  3. Bandara Radin Inten II Lampung (TKG), ditutup pukul 23.23 hingga 08.59 WIB.
  4. Bandara Husein Sastranegara (BDO), ditutup pukul 23.31 hingga 08.59 WIB.
  5. Bandara Budiarto Curug (RTO), ditutup pukul 23.29 hingga 08.59 WIB.
  6. Bandara Pondok Cabe (PCB), ditutup pukul 23.36 hingga 08.59 WIB

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan sebanyak 1.558 penerbangan mengalami penundaan, sementara sekitar 170.000 penumpang terdampak.

Menurut Dudy, maskapai tetap memiliki kewajiban memenuhi hak penumpang yang perjalanannya terganggu. Penanganan tersebut mencakup pemberian informasi terkait perubahan penerbangan serta opsi layanan sesuai aturan yang berlaku.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif, di antaranya Bandara Kertajati, Juanda, Yogyakarta International Airport (YIA), serta bandara di Semarang dan Solo.

Penumpang yang penerbangannya dialihkan ke bandara alternatif juga akan mendapatkan dukungan transportasi lanjutan. Moda yang disiapkan berupa bus maupun kereta api tanpa biaya tambahan.

Abu Vulkanik Menyebar ke Jakarta

Selain mengganggu penerbangan, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik berdasarkan pemantauan pada pukul 04.00 WIB.

Klaster pertama bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Sebarannya mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan perairan di sekitarnya dengan ketinggian hingga sekitar 20.000 kaki.

Sementara klaster kedua bergerak menuju barat daya hingga barat laut dengan ketinggian mencapai 50.000 kaki. Area terdampak meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, kawasan selatan Selat Sunda, serta perairan Samudra Hindia di sekitar wilayah tersebut.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi meminta masyarakat memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lanjut usia.

BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengambil langkah menghadapi penyebaran abu vulkanik yang mencapai Jakarta.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk membantu membuat kondisi di wilayah terdampak menjadi lebih kondusif.

Pesawat yang digunakan untuk operasi tersebut telah disiapkan di Pondok Cabe. Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung hingga malam hari pada Minggu (6/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan seiring laporan mengenai abu vulkanik yang mulai berada di sekitar permukiman warga di sejumlah wilayah Jakarta.

Sekolah di Sejumlah Daerah Terapkan PJJ

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga merambah sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah pencegahan terhadap risiko paparan abu vulkanik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan sekolah di wilayah yang terdampak cukup berat dapat melakukan penyesuaian metode pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.

Beberapa wilayah yang disebut terdampak antara lain Kabupaten Serang di Banten serta Tanggamus, Bandar Lampung dan Lampung Selatan di Lampung.

Menurut Mu'ti, keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran.

Di DKI Jakarta, seluruh sekolah menerapkan PJJ mulai Senin (7/9/2026). Kebijakan tersebut diambil setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai wilayah Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan kegiatan belajar tetap berlangsung meskipun siswa mengikuti pembelajaran dari rumah.

Pemerintah Provinsi Banten juga memberlakukan kebijakan serupa. Melalui surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pembelajaran untuk jenjang SMA, SMK dan SKh negeri maupun swasta dialihkan sementara menjadi PJJ.

Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, yakni **Senin (7/9), Selasa (8/9), dan Rabu (9/9/2026).

Selain Jakarta dan Banten, kebijakan pembelajaran dari rumah juga diterapkan di sejumlah daerah lain, termasuk Depok dan Bogor, sebagai respons terhadap kondisi udara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN