Cara Menghentikan Kebiasaan Anak Mengisap Jempol

Ilustrasi bayi mengisap jempol. (Foto: Shutterstock)
Medan, MISTAR.ID - Mengisap atau mengemut jempol merupakan refleks alami pada bayi untuk mencari puting dan memberikan rasa nyaman. Kebiasaan tersebut umumnya mulai berhenti ketika bayi berusia 2 hingga 4 bulan.
Namun, sebagian anak masih memiliki kebiasaan mengisap jempol hingga usia 2 tahun. Orang tua pun disarankan tidak memberikan teguran terlalu keras karena pada anak berusia di bawah 2 tahun, mengisap jempol dapat menjadi cara untuk menenangkan diri dan biasanya belum menimbulkan masalah pada gigi.
Kekhawatiran perlu lebih diperhatikan ketika gigi permanen anak mulai tumbuh atau saat anak berusia di atas 5 tahun. Kebiasaan mengisap jempol yang terus berlangsung dapat memengaruhi bentuk langit-langit mulut serta susunan gigi.
Lantas, bagaimana cara membantu anak menghentikan kebiasaan tersebut?
Mengutip Mayo Clinic, orang tua dapat terlebih dahulu mengenali pemicu anak mengisap jempol. Kebiasaan itu bisa muncul ketika anak sedang kesal, sedih, cemas atau membutuhkan rasa nyaman.
Orang tua dapat memberikan kenyamanan melalui pelukan atau kata-kata yang menenangkan. Anak juga bisa diberikan bantal atau boneka untuk dipeluk maupun diremas ketika membutuhkan rasa tenang.
Selain itu, berikan pujian atau penghargaan ketika anak berhasil tidak mengisap jempol. Orang tua dapat memberikan imbalan sederhana, seperti membacakan cerita tambahan sebelum tidur atau mengajak anak bermain di taman.
Target yang diberikan sebaiknya dimulai dari hal sederhana, misalnya tidak mengisap jempol selama satu jam sebelum tidur. Keberhasilan anak juga dapat dicatat menggunakan stiker pada kalender.
Cara lainnya adalah membatasi waktu anak mengisap jempol. Orang tua dapat menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut hanya boleh dilakukan di kamar tidur atau saat tidur siang dan malam.
Orang tua juga perlu membangun kepercayaan dengan anak. Bicarakan kebiasaan tersebut secara terbuka dan yakinkan anak bahwa orang tua akan membantu ketika ia sudah siap untuk berhenti mengisap jempol.
Anak juga dapat dilatih untuk menyadari kebiasaannya. Ketika anak sedang mengisap jempol, orang tua dapat menanyakan apakah ia menyadari hal tersebut. Jika tidak, bantu anak mengenali kebiasaan itu tanpa memarahinya.
Selanjutnya, orang tua dapat mencari cara lain untuk menenangkan anak. Misalnya dengan memberikan selimut atau boneka yang dapat dipeluk dan diremas.
Orang tua juga sebaiknya tidak menggunakan cairan atau bahan dengan rasa pahit pada jempol anak. Cara tersebut dapat membuat anak kehilangan rasa aman secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan tekanan.
Pendekatan kreatif juga dapat digunakan. Orang tua dapat mengajak anak membicarakan kebiasaan mengisap jempol melalui tokoh atau karakter favoritnya. Cara ini dapat membantu anak memahami bahwa dirinya sedang bertumbuh dan secara bertahap perlu meninggalkan kebiasaan tersebut.
Meski demikian, orang tua perlu memahami bahwa kebiasaan mengisap jempol biasanya akan ditinggalkan ketika anak benar-benar siap. Karena itu, pendekatan yang lembut, konsisten dan penuh dukungan lebih dianjurkan daripada teguran keras. (hm25/CNN Indonesia)





























