TNI AD Klarifikasi Tenda Prajurit di Jakarta Pusat, Tegaskan Tak Terkait GRIB Jaya

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan klarifikasi terkait foto sejumlah prajurit yang berada di sekitar tenda pada lahan kosong di Jakarta Pusat. Foto tersebut sempat ramai di media sosial karena terdapat papan bertuliskan Tim Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya di area yang berdekatan.
Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa keberadaan prajurit TNI berkaitan dengan organisasi masyarakat GRIB Jaya. TNI AD memastikan anggapan tersebut tidak benar.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan, personel yang berada di lokasi sedang menjalankan tugas pengamanan aset negara.
"Terkait adanya pemberitaan di media sosial yang menampilkan sejumlah prajurit TNI berada di sekitar lokasi yang terdapat papan bertuliskan 'dalam pengawasan Tim Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya', perlu kami clarification bahwa keberadaan prajurit tersebut tidak terkait dengan GRIB Jaya," kata Donny saat dihubungi, Minggu (6/9/2026).
Prajurit Amankan Aset Kementerian Pertahanan
Donny menjelaskan, lokasi tempat prajurit TNI mendirikan tenda merupakan lahan milik Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) yang berada di bawah kewenangan Kodam Jaya/Jayakarta.
Personel TNI ditempatkan di sana untuk melaksanakan tugas pengamanan sekaligus penguasaan aset negara sesuai kewenangan yang dimiliki.
"Jadi faktanya adalah para prajurit berada di atas lahan milik Kementerian Pertahanan RI c.q. Kodam Jaya/Jayakarta, dalam rangka melaksanakan tugas pengamanan dan penguasaan aset yang menjadi kewenangan Kemhan c.q. Kodam Jaya," jelas Donny.
Dengan demikian, keberadaan tenda dan personel TNI di lahan tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas maupun keberadaan GRIB Jaya.
Papan GRIB Jaya Berada di Lahan Berbeda
Kadispenad juga menjelaskan mengenai papan nama GRIB Jaya yang terlihat dalam foto viral. Menurutnya, papan tersebut berada di bidang tanah yang berbeda dan terletak tepat di sebelah lahan milik Kemhan.
Kesalahpahaman muncul karena sudut pengambilan gambar membuat kedua lokasi terlihat seolah-olah berada dalam satu bidang tanah.
"Sudut pengambilan gambar dari arah tertentu menyebabkan papan tersebut terlihat seolah-olah berada dalam satu bidang dengan keberadaan prajurit," ucap Donny.
Ia menegaskan bahwa foto yang beredar tidak menunjukkan kondisi sebenarnya terkait batas maupun tata letak kedua bidang tanah di lokasi.
"Di mana kondisi tersebut tidak menggambarkan posisi lahan yang sebenarnya. Dengan demikian, keberadaan prajurit TNI di lokasi tersebut tidak berkaitan dengan GRIB Jaya maupun dengan papan yang terlihat dalam foto," imbuh Donny.
TNI AD Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
TNI AD meminta masyarakat dan media tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi.
Donny mengingatkan bahwa informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
TNI AD memastikan pengamanan dan pengawasan terhadap aset negara akan terus dilakukan berdasarkan ketentuan serta prosedur hukum yang berlaku.
"Kami berharap penjelasan ini dapat memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat dan rekan-rekan media, sehingga informasi yang berkembang tidak menimbulkan persepsi yang berbeda dari kondisi sebenarnya di lapangan," pungkas Donny.


























