MBG Terindikasi Basi, Hanya Siswa SMPN 2 Tanah Pinem yang Tak Konsumsi

Menu MBG di salah satu SD di Dairi. (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID - Sebanyak 289 paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Pinem Harapan, Yayasan Maranatha Mitra Mandiri, kepada SMP Negeri 2 Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, dijemput kembali setelah siswa tidak mengonsumsi makanan tersebut karena daging ayam disebut berbau pada Senin (31/8/2026) lalu.
Terkait hal ini, Kepala SPPG Tanah Pinem Harapan, Yayasan Maranatha Mitra Mandiri, yang mengaku bermarga Sagala, mengatakan dari lebih 2.900 sasaran penerima manfaat MBG saat itu, hanya SMP Negeri 2 Tanah Pinem yang tidak mengonsumsi seluruh paket yang diberikan.
"Artinya tidak ada basi, 10 paket dicicipi di tempat. Tapi paket MBG sebanyak 289 dijemput kembali," kata Sagala saat dihubungi Mistar melalui WhatsApp, Senin (7/9/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Dairi, Adi Purba, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala SMP Negeri 2 Tanah Pinem, tidak ada penolakan terhadap MBG. Namun, makanan tersebut tidak dikonsumsi seluruh siswa dan persoalan itu langsung dikonfirmasi kepada pihak SPPG.
"MBG tersebut tidak dimakan siswa karena ada uap basi," kata Adi menirukan keterangan kepala sekolah.
Sebelumnya, Kepala SD 030368 Jambur Indonesia Sinehi, Marlina Siringoringo, juga mengklarifikasi bahwa pihak sekolah tidak pernah menyebut MBG yang didistribusikan pada Senin (31/8/2026) basi.
Marlina mengatakan MBG tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan empat orang guru mencicipi serta memakannya. Namun, salah seorang guru menyebut menu daging memiliki aroma bau, sementara sebagian lainnya tidak mencium bau tersebut.
"Maaf sebelumnya, SD Jambur Indonesia tidak ada mengatakan MBG basi. MBG tiba, lalu empat orang guru mencicipi dan memakan. Satu orang di antara guru mengatakan menu dagingnya ada berbau, dan sebagian tidak bau," kata Marlina saat dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp.
Setelah itu, pihak sekolah mendapat telepon dari SPPG yang meminta agar MBG tidak dibagikan karena terdapat masalah aroma. Pihak SPPG kemudian menjemput kembali 152 paket MBG dari sekolah tersebut.
Kepala SPPG Siempat Nempu Hilir Simungun, Anderson Gurning, sebelumnya membenarkan adanya ayam suwir yang mulai beraroma tidak sedap saat proses pemorsian.
Menurut Anderson, menu MBG pada Senin tersebut terdiri atas nasi putih, ayam suwir, sayur sup wortel, kentang, buncis, dan buah jeruk. Ia mengatakan menu awalnya tidak terindikasi basi dan masih layak dikonsumsi serta telah diuji secara organoleptik oleh pengawas gizi.
Sebelumnya, Mistar memberitakan penyaluran MBG oleh SPPG Siempat Nempu Hilir Simungun, Kabupaten Dairi, sempat terhenti pada Senin (31/8/2026) karena menu ayam suwir terindikasi basi.
Menanggapi persoalan tersebut, penggiat sosial asal Dairi, Bambang Hermansyah, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memeriksa SPPG Simungun guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Terkait MBG yang terindikasi basi yang didistribusikan oleh SPPG Simungun, sangat diharapkan kepada BGN agar memeriksa dan mengevaluasi secara menyeluruh. SPPG seharusnya diberikan sanksi berupa suspend guna menghindari kejadian," ujar Bambang. (hm25)





































