Monday, September 7, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Defisit Kapal, Pelni: Indonesia Butuh 1.000 Kapal Baru untuk Lancarkan Ekspor

Mistar.idSenin, 7 September 2026 pukul 19.15 WIB
defisit_kapal_pelni_indonesia_butuh_1000_kapal_baru_untuk_lancarkan_ekspor_

Pelni butuh 1.000 kapal baru untuk lancarkan ekspor.(Foto ilustrasi: Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (7/9/2026) – PT Pelayaran Nasional Indonesia mengungkapkan Indonesia masih kekurangan hampir 1.000 kapal untuk memperlancar konektivitas antarpulau dan memperkuat distribusi logistik nasional.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Hana Suhardi, mengatakan jumlah kapal itu diperlukan agar arus komoditas dari daerah produksi ke wilayah tujuan berjalan lebih teratur.

"Untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lain di dalam negeri, kita membutuhkan hampir 1.000 kapal," kata Hana dalam acara Indonesia Economic Forum: The Future of Indonesia's Exports, Senin (7/9/2026).

Hana menyebut transportasi laut merupakan tulang punggung distribusi di negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau.

Dengan jadwal pelayaran yang pasti, pelaku usaha bisa lebih tenang dalam mengirim barang dan menekan biaya logistik.

"Salah satu tantangan besar adalah ketimpangan muatan antara Indonesia barat dengan wilayah tengah dan timur," ujarnya.

Ia mencontohkan banyak komoditas dari sentra produksi di Indonesia timur belum dapat diangkut optimal ke barat untuk diekspor.

Hal itu terjadi karena rantai transportasi belum berjalan mulus. Untuk mengatasi hal itu, Pelni mengusulkan penerapan pola Hub and Spoke.

Komoditas dari berbagai daerah dikumpulkan di pelabuhan utama atau hub, lalu dikirim ke pasar internasional.

"Pelabuhan yang dijadikan hub harus dipastikan memiliki kecukupan kargo agar pengoperasian kapal tetap ekonomis," kata Hana.

Pelni telah menetapkan tujuh pelabuhan sebagai "Indonesian Gateway" atau sentra ekspor, yaitu Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Bitung, Sorong, Kuala Tanjung, dan Kijing.

Hana menekankan keteraturan jadwal pelayaran sama pentingnya dengan penambahan jumlah kapal.

Kepastian jadwal akan memberi keyakinan kepada pengguna jasa dan membuat pengiriman lebih efisien.

"Penguatan konektivitas laut sangat penting untuk meningkatkan daya saing ekspor. Produk bernilai tambah harus didukung sistem logistik yang cepat dari sentra produksi ke pasar global," pungkasnya.(CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN