Mendag: 60% Isi Ritel Modern Sudah Produk UMKM dan Lokal

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meresmikan gerai Point Coffee dan Pojok Product Placement Pilihan Busan (Pojok PPPB) di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). (Foto: Antara/HO-Kemendag)
oJakarta, MISTAR.ID (9/9/2026) – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut lebih dari 60% produk di ritel modern saat ini berasal dari UMKM dan produk lokal.
"Menurut informasi dari ritel modern, lebih dari 60% produk UMKM dan produk lokal sudah mengisi rak ritel modern," ujar Budi di Kantor Kemendag, Rabu (9/9/2026).
Ia menilai tingginya angka tersebut menunjukkan akses pasar bagi UMKM semakin terbuka melalui kemitraan dengan ritel.
Pemerintah sebelumnya mewajibkan ritel modern menjual minimal 30% produk UMKM. Namun aturan itu dicabut karena dinilai diskriminatif oleh negara lain.
Pendekatan lalu diubah menjadi kemitraan. Kemendag telah bekerja sama dengan Hippindo dan Aprindo untuk memperluas pemasaran.
Produk UMKM juga sudah dipasarkan di mal, department store, hingga AEON BSD, Tangerang. Budi menegaskan peningkatan produksi UMKM harus dibarengi perluasan akses jual.
Wamen UMKM Helvi Moraza menambahkan, UMKM perlu menguatkan 3 aspek agar tembus pasar global: pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, dan perluasan akses pasar.
"Digitalisasi harus bergerak dari go online menjadi go productive. Teknologi dipakai untuk efisiensi produksi, kelola keuangan, baca kebutuhan konsumen, hingga inovasi," kata Helvi dalam webinar RRI Fest 2026, Sabtu lalu.
Kemitraan dengan BUMN, perusahaan besar, lembaga pembiayaan, distributor, dan perguruan tinggi juga dinilai penting agar UMKM tidak berjalan sendiri.
Data Kemendag mencatat transaksi business matching UMKM dengan pembeli internasional mencapai 57,61 juta dolar AS pada Januari-April 2025 dari 246 kegiatan.
Peluang makin besar seiring proyeksi GMV ekonomi digital Indonesia mencapai 99 miliar dolar AS pada 2025, menurut laporan e-Conomy SEA 2025.(Antara/okjakarta/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, Pemko Siantar Lakukan Ini

































