Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Bea Cukai Bongkar Sindikat! 10,78 Juta Batang Rokok Ilegal Disita, Sumatera Target Pasar Utama

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 16.27 WIB
bea_cukai_bongkar_sindikat_1078_juta_batang_rokok_ilegal_disita_sumatera_target_pasar_utama_

Kanwil Bea Cukai Jakarta menyita total sebanyak 10,78 juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai Rp8 miliar. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Falah)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (9/9/2026) – Kantor Wilayah DJBC Jakarta membongkar peredaran rokok ilegal dalam operasi besar 31 Agustus–1 September 2026. Total 10,78 juta batang rokok tanpa pita cukai disita dengan potensi kerugian negara Rp8 miliar.

Kepala Kanwil DJBC Jakarta Hendri Darnadi merinci, 10,06 juta batang berhasil diamankan di Pademangan, Jakarta Utara, melalui 3 operasi bersama Bea Cukai Marunda. Dari jumlah itu negara berpotensi kehilangan penerimaan Rp7,51 miliar.

Selain itu, Bea Cukai Marunda menerima limpahan 45 koli berisi 716 ribu batang rokok ilegal dari Polres Metro Jakarta Barat. Nilai kerugian negara dari limpahan tersebut ditaksir Rp534 juta.

"Total keseluruhan sekitar 10.783.800 batang rokok ilegal dengan estimasi kerugian negara Rp8 miliar," kata Hendri dalam konferensi pers di Kantor Kanwil DJBC Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan rokok ilegal itu diproduksi di Jawa Timur. Jaringan sindikat menargetkan tiga wilayah distribusi utama: Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan.

Hendri menegaskan pihaknya tidak akan berhenti di penyitaan. Bea Cukai akan menelusuri hingga ke penerima manfaat akhir.

"Kami akan kembangkan kasus ini secara transparan dan profesional. Sedapat mungkin kami kejar sampai penerima manfaat akhirnya," tegasnya.

Sepanjang 2026, Kanwil DJBC Jakarta telah melakukan 413 kali penindakan di bidang cukai. Dari operasi itu, 59,76 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan.

"Ini menandakan perdagangan rokok ilegal sangat masif dan harus menjadi perhatian serius kita semua," pungkas Hendri.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN