Perang Dagang AS-Kanada Memuncak, Trump Blokir Total Produk Kanada

Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. Foto: Antara/Anadolu Agency/pri).
New York City, MISTAR.ID (9/9/2026) – Hubungan dagang AS-Kanada berada di puncak terpanas. Presiden AS Donald Trump resmi memblokir produk Kanada dari belanja pemerintah federal sebagai balasan atas tarif Ottawa yang baru berlaku.
Melalui Truth Social, Selasa (8/9/2026) waktu setempat, Trump memerintahkan General Services Administration, GSA, dan Kantor Perwakilan Dagang AS, USTR, untuk "MENGHAPUS semua produk asal Kanada" dari daftar Multiple Award Schedules.
"Kecuali Kanada kembali menerapkan resiprositas secara penuh dan adil bagi petani dan perusahaan Amerika," tegas Trump.
Trump menuduh Kanada menutup pasarnya bagi produk susu AS dan hanya bisa memproduksi mobil karena "perjanjian perdagangan yang membawa bencana".
"Pemerintah Kanada, termasuk provinsi-provinsinya, melarang usaha kecil dan perusahaan Amerika menjual di pasar pengadaan mereka. Itu bukan resiprositas, itu penipuan perdagangan," tulisnya.
Ia menutup pernyataannya dengan ultimatum: "Mulai saat ini, TIDAK ADA RESIPROSITAS - TIDAK ADA AKSES!"
Tarif Saling Balas 15% - 50%
Eskalasi ini dipicu perang tarif. AS lebih dulu menerapkan tarif 50% untuk produk Kanada senilai 20 miliar dolar AS sejak 22 Agustus.
Kanada langsung membalas. Selasa Ottawa memberlakukan tarif balasan 15% hingga 50% untuk produk AS senilai 27,6 miliar dolar AS atau Rp487,22 triliun.
Produk yang kena: susu, peralatan pertanian, kertas, elektronik, furnitur, sepeda motor, dan pakaian. Tarif baja, aluminium, dan besi AS bahkan naik dua kali lipat menjadi 50%. Tarif 25% untuk sektor otomotif yang sudah ada juga tetap berlaku.
Departemen Keuangan Kanada menyebut langkah itu sebagai respons setara untuk melindungi pekerja dan produsen domestik.
Perundingan dagang kedua negara kandas akhir Agustus. Senin lalu Trump bahkan menyerukan boikot pesawat Bombardier: "Tidak ada lagi penjualan Bombardier di Amerika Serikat".
Data menunjukkan AS mengekspor 333,6 miliar dolar AS dan mengimpor 381,9 miliar dolar AS dari Kanada pada 2025. Sektor terdampak meliputi energi, otomotif, pesawat, farmasi, dan makanan.
Ekonom memperingatkan UMKM di kedua negara paling terpukul. Untuk meredam dampak, Ottawa telah menyiapkan paket dukungan 7,5 miliar dolar AS bagi dunia usaha dan pekerja, ditambah 25 miliar dolar AS sebelumnya.
Langkah saling blokir ini menandai babak baru ketegangan dagang antara dua mitra terdekat yang kini berubah menjadi rival.(Xinhua/Antara/CNBC/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
170 Ribu Halaman Dokumen 9/11 Ungkap Udara Ground Zero Beracun

































