170 Ribu Halaman Dokumen 9/11 Ungkap Udara Ground Zero Beracun

Zohran Mamdani dan Jon Stewart saat pengumuman pembukaan sekitar 170 ribu halaman dokumen terkait tragedi 9/11 di New York, Selasa (8/9/2026). (foto: tangkapan layar BBC)
New York, MISTAR.ID - Sekitar 170 ribu halaman dokumen terkait serangan 11 September 2001 atau 9/11 yang baru dibuka Pemerintah Kota New York mengungkap kondisi udara beracun di sekitar Ground Zero setelah runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC).
Dokumen tersebut menunjukkan asbes ditemukan di hampir seluruh lokasi yang diperiksa di sekitar Ground Zero. Catatan mengenai kualitas udara beracun telah dibuat tak lama setelah serangan, sementara risiko kesehatan saat itu justru dikecilkan kepada publik.
BBC melaporkan, Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan dokumen-dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai apa yang diketahui pemerintah tentang kondisi udara setelah serangan 9/11.
“Orang-orang jatuh sakit karena para pemimpin yang mereka percaya berbohong dan mengatakan bahwa mereka aman menghirup udara beracun,” kata Mamdani dalam konferensi pers bersama para penyintas, Selasa (8/9/2026).
Pemerintah Kota New York menyebut sekitar 170 ribu halaman arsip yang dipublikasikan merupakan tahap pertama pembukaan dokumen terkait 9/11. Arsip tersebut mencakup persoalan kualitas udara, kekhawatiran kesehatan serta respons pemerintah setelah serangan yang menewaskan hampir 3.000 orang itu.
Dokumen tersebut antara lain mencakup Harding Memo, kumpulan arsip yang dikenal sebagai “68 boxes”, serta catatan mengenai 7 World Trade Center. Sebanyak 68 kotak dokumen itu sebelumnya tidak ditemukan meski telah berulang kali diminta melalui mekanisme keterbukaan informasi dan baru ditemukan pada 2025.
Menurut Mamdani, arsip tersebut menunjukkan apa yang diketahui pemerintah kota mengenai udara beracun di sekitar Ground Zero, kapan informasi itu diketahui, serta bagaimana pemerintah ketika itu bertindak untuk membatasi tanggung jawab hukum.
“Dokumen-dokumen ini menunjukkan apa yang diketahui kota mengenai udara beracun di sekitar Ground Zero, kapan mereka mengetahuinya dan bagaimana mereka bertindak untuk membatasi tanggung jawab,” ujar Mamdani dalam keterangan resmi Pemerintah Kota New York.
Pembukaan dokumen ini kembali menyoroti persoalan kesehatan yang dialami petugas penyelamat, pekerja, warga dan orang-orang yang berada di sekitar Lower Manhattan setelah serangan.
Debu dan asap yang menyelimuti kawasan WTC mengandung berbagai material berbahaya. Dalam tahun-tahun berikutnya, ribuan orang yang terpapar mengalami penyakit pernapasan, kanker dan gangguan kesehatan lainnya.
BBC menyebut penyakit yang berkaitan dengan debu dan asap akibat runtuhnya menara WTC kini telah menyebabkan lebih banyak kematian dibanding jumlah korban yang meninggal langsung dalam serangan 11 September 2001.
Dalam keterangan resmi Pemerintah Kota New York, Presiden Borough Manhattan Brad Hoylman-Sigal mengatakan puluhan ribu petugas penyelamat terpapar debu dan asap yang mengandung lebih dari 2.500 jenis kontaminan. Mereka hingga kini menghadapi dampak kesehatan jangka panjang, termasuk penyakit pernapasan kronis dan kanker.
Pembukaan arsip dilakukan menjelang peringatan 25 tahun tragedi 9/11 pada 11 September 2026. Selama bertahun-tahun, kelompok penyintas, keluarga korban dan aktivis kesehatan mendesak pemerintah membuka catatan mengenai kualitas udara dan risiko kesehatan setelah serangan.
Pemerintah New York memastikan 170 ribu halaman yang telah dipublikasikan bukan keseluruhan arsip. Dokumen tambahan akan dibuka secara bertahap dalam 12 bulan ke depan.
Menurut Mamdani, lebih dari 170 ribu dokumen telah tersedia di portal tersebut, sementara keseluruhan arsip yang berpotensi ditinjau mencapai jutaan dokumen. (*)

































