Warga Asahan Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, Dinsos Buka Pengajuan Pemutakhiran

Kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan. (Foto: Perdana/MISTAR)
Asahan, MISTAR.ID (9/9/2026) – Banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Asahan mengeluhkan data desil mereka yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi. Kondisi tersebut membuat sebagian warga berpotensi tidak masuk dalam kriteria penerima bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Asahan, Jutawan Sinaga, mengatakan masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data desil dapat mengajukan pemutakhiran data melalui layanan Dinsos di Jalan Tusam, Kelurahan Mekar Baru.
Selain datang langsung, pengajuan pemutakhiran data desil juga dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Cek Bansos. Masyarakat dapat memasukkan data diri sesuai KTP, yang selanjutnya akan melalui proses verifikasi dan pemeringkatan ulang.
“Ada jalur yang bisa digunakan masyarakat untuk mengajukan pemutakhiran data desil ini. Jika bingung dengan sistem online, bisa mengusulkan melalui kelurahan atau datang ke Dinas Sosial. Nanti petugas kami akan melakukan pendampingan,” ujarnya.
Menurut Jutawan, pemutakhiran data diperlukan karena kondisi masyarakat dapat berubah. Ada warga yang meninggal, lahir, pindah tempat tinggal, maupun mengalami perubahan kondisi ekonomi. Karena itu, data sosial ekonomi masyarakat tidak bersifat tetap.
“Pengelompokan masyarakat berdasarkan desil ini diperlukan karena bisa menjadi dasar penentuan sasaran bansos agar lebih spesifik. Pemerintah dapat memprioritaskan kelompok kesejahteraan tertentu sesuai kriterianya,” ujarnya.
Meski demikian, Jutawan mengakui sistem pendataan di lapangan tetap memiliki potensi kesalahan. Sebagai informasi, masyarakat yang tergolong kaya atau sejahtera umumnya berada pada desil 9 dan 10.
Salah seorang warga yang mengeluhkan perubahan level desil adalah Dasril (57), warga Kecamatan Kisaran Barat. Ia baru mengetahui dirinya masuk dalam kelompok masyarakat sejahtera. Padahal, sehari-hari ia bekerja sebagai kuli bangunan dan memiliki tanggungan lima orang anak yang masih bersekolah.
“Karena ini saya nanti tidak dapat bantuan sosial. Makanya mau mengajukan perubahan, tapi masih bingung karena sistemnya online,” ujarnya.
PREVIOUS ARTICLE
Banjir Rob hingga 2,6 Meter Ancam Medan Utara 10–16 September
































