Polres Karo Selidiki Keracunan Massal Siswa SMK Bersama Berastagi

Polres Karo Selidiki Keracunan Massal Siswa SMK Bersama Berastagi. (foto ilustrasi:nanobanana2/mistar)
Medan, MISTAR.ID (9/9/2026) - Tim penyelidikan dari Satuan Reskrim Polres Karo, Polda Sumatera Utara, saat ini sedang melakukan penyelidikan pascaterjadinya keracunan massal di SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, yang terjadi beberapa waktu lalu.
Proses penyelidikan tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan. Perwira menengah Polri itu mengatakan bahwa kasus tersebut sedang diproses di Polres Karo.
“Kasusnya bergulir di Polres Karo. Kita sedang melakukan penyelidikan setelah ada permintaan dari pihak-pihak terkait,” ujar Kombes Ferry Walintukan, Rabu (9/9/2026) pagi.
Namun, lulusan Akpol 1996 itu enggan merinci lebih lanjut terkait proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya. Ia hanya menyebut bahwa proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan transparan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Untuk diketahui, pascakeracunan makanan dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo beberapa waktu lalu, ada satu orang siswa berinisial F yang terdampak parah hingga kehilangan ingatan yang diperkirakan mencapai 70 persen.
Terbaru, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengaku turut memantau perkembangan para siswa korban keracunan di Kabupaten Karo, termasuk seorang siswa berinisial F yang mengalami hilang ingatan dan mendapat penanganan medis di RS Adam Malik.
"Itu masih kita pantau terus, barusan juga kita minta laporan, jadi kita terus pantau baik psikis dan yang pasti ada terjadi gangguan ke anak kita ini," ujar Bobby kepada wartawan, Selasa (8/9/2026) sore.
Bobby mengatakan gangguan yang terjadi pada F saat ini. Ia meminta penanganan medis untuk memeriksa baik dari segi medis maupun kesehatan mental sang anak.
"Nah, gangguan ini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya apakah memang pengaruh dari perut atau saraf, atau lainnya. Dan juga kita pantau dari psikologinya, kita tidak bisa menilai traumatis seseorang itu, apakah setelah keracunan dia ada trauma atau gangguan mental juga ikut kita periksa," ucapnya.
Meski telah berpindah penanganan, ia mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan F saat ini meski telah dirawat di RS Adam Malik.
"Kemarin kan di rumah sakit kami (RS Haji) untuk penanganan keracunannya, hari ini kita baru ada tindak lanjutnya, karena selanjutnya pelimpahan penanganannya di RS Adam Malik," ujar Bobby.
Bobby juga mengajak semua pihaknya agar fokus, terlebih F adalah siswa tingkat SMK yang merupakan naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
"Ini tetap kita pantau, bukan berarti pindah penanganan kita lepas tangan, ini siswa kami yang harus kami pantau juga. Jadi hari ini masih ada pengecekan, pokoknya ini anak kami, ini siswa kami, jadi ini tanggung jawab kami juga," tuturnya. (hm27)

































