Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polres Asahan Gelar Patroli hingga Dini Hari Cegah Aksi Geng Motor Bersajam

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 12.00 WIB
polres_asahan_gelar_patroli_hingga_dini_hari_cegah_aksi_geng_motor_bersajam

Polisi menggelar patroli untuk mencegah aksi geng motor bersenjata tajam di Kisaran. (Foto: Humas Polres Asahan/MISTAR)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID (9/9/2026) – Maraknya aksi konvoi geng motor bersenjata tajam hingga tawuran antarkelompok membuat Polres Asahan meningkatkan patroli melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga dini hari.

Patroli yang berlangsung hingga Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB tersebut melibatkan personel gabungan yang dipimpin Ipda Nauli Parlaungan.

Sejumlah titik yang dinilai rawan pada malam hingga dini hari menjadi sasaran patroli, di antaranya Jalan Cokroaminoto, Jalan Imam Bonjol, Tugu Garuda Una, Stadion Mutiara, Jalan Ir. Juanda kawasan Pabrik Benang, hingga gerbang tol Kisaran.

Dalam patroli tersebut, personel melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap sejumlah pemuda maupun remaja yang ditemukan berkumpul di lokasi-lokasi tersebut. Pemeriksaan meliputi barang bawaan untuk meminimalkan kemungkinan ditemukannya senjata tajam maupun benda lain yang dapat membahayakan masyarakat.

Kapolres Asahan, AKBP Adi Dharma Pramudita, mengatakan patroli hingga dini hari rutin dilaksanakan setiap malam untuk meminimalkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Patroli setiap malam dilakukan di titik-titik tertentu. Ada tim gabungan yang ditugaskan untuk menjaga dan melakukan pengecekan. Ini untuk meminimalkan hal-hal yang bisa mengganggu keamanan masyarakat, seperti kelompok-kelompok geng motor bersenjata tajam,” ujarnya.

Sebelumnya, terjadi aksi saling serang antara dua kelompok remaja yang membawa senjata tajam dan benda tumpul di kawasan Jalan Abdi Satya Bhakti, Terminal Madya, pada Minggu (6/9/2026) dini hari.

Aksi tersebut menjadi perhatian setelah rekaman videonya beredar di media sosial. Para remaja yang terlibat dalam aksi tersebut diketahui masih di bawah umur dan terlihat mengayunkan senjata tajam.

Keributan berlangsung selama beberapa menit. Warga sekitar tidak berani mendekat karena khawatir menjadi sasaran serangan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN