Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Perang Dagang Memanas, AS Larang Impor Alkohol, Motor dan Produk Susu Kanada

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 11.19 WIB
perang_dagang_memanas_as_larang_impor_alkohol_motor_dan_produk_susu_kanada

Jembatan Blue Water yang menghubungkan Sarnia, Ontario, Kanada, dengan Port Huron, Michigan, Amerika Serikat. (foto: The Canadian Press/Mark Spowart)

news_banner

Washington, MISTAR.ID – Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin memanas. Washington melarang impor berbagai minuman beralkohol, sepeda motor dan sejumlah produk Kanada lainnya setelah Ottawa memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang asal AS.

Dilansir Reuters, Rabu (9/9/2026), larangan impor tersebut mulai berlaku pada 29 September 2026. Kebijakan itu diumumkan setelah tarif balasan Kanada mulai diberlakukan pada Selasa (8/9/2026).

Langkah Kanada merupakan balasan atas tarif 50 persen yang dikenakan AS terhadap sekitar US$20 miliar barang Kanada pada Agustus lalu, setelah beberapa putaran perundingan perdagangan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

Larangan terbaru AS mencakup sebagian besar minuman beralkohol, termasuk bir, anggur, wiski, bourbon, rum, vodka, vermouth, tequila, mezcal dan brandy.

Produk lain yang ikut terkena larangan antara lain whey protein, invert molasses, cane molasses dan bir nonalkohol. Sementara sejumlah produk keju tidak dilarang masuk, tetapi dikenai tarif 50 persen.

AS juga menambahkan produk kertas, aluminium, kayu, furnitur dan perlengkapan pencahayaan ke dalam daftar barang Kanada yang dikenai tarif.

Sebagai balasan, Kanada mengenakan tarif 15 hingga 50 persen terhadap sekitar US$20 miliar barang asal AS, termasuk baja, furnitur, pakaian dan produk elektronik.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya perlu mengurangi ketergantungan terhadap AS yang selama ini menjadi mitra dagang terbesar Kanada.

Meski ketegangan meningkat, Menteri Kanada Dominic LeBlanc tetap berkomunikasi dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer untuk mencari jalan keluar dari perselisihan tersebut.

Eskalasi perang tarif ini turut menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA), perjanjian perdagangan bebas yang menggantikan NAFTA.

Sekitar 68 persen ekspor Kanada sepanjang tahun ini dikirim ke AS, dengan sebagian besar selama ini menikmati fasilitas bebas bea berdasarkan USMCA.

Ketegangan juga berpotensi meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam menaikkan tarif terhadap mobil, truk dan suku cadang otomotif asal Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027.

Meski barang yang terkena tarif sejauh ini hanya mencakup sebagian kecil dari total perdagangan kedua negara, pelaku usaha khawatir aksi saling balas tersebut berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas serta menekan investasi dan pertumbuhan ekonomi Kanada. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN