Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Berbalik dari Era Viktor Orban, Hungaria Usir 10 Diplomat Rusia

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 11.05 WIB
berbalik_dari_era_viktor_orban_hungaria_usir_10_diplomat_rusia

Gedung Kedutaan Besar Rusia di Budapest, Hungaria, 8 September 2026, saat pemerintah Hungaria mengumumkan pengusiran 10 diplomat Rusia karena dinilai melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka. (foto: Reuters/Bernadett Szabo)

news_banner

Budapest, MISTAR.ID

Hungaria mengusir 10 diplomat Rusia pada Selasa (8/9/2026) karena dinilai melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat berakhirnya era kebijakan pro-Rusia di bawah mantan Perdana Menteri Viktor Orban.

Dilansir Reuters, Rabu (9/9/2026), Menteri Luar Negeri Hungaria Anita Orban mengatakan para diplomat itu terlibat dalam kegiatan yang tidak dapat diterima bagi diplomat berdasarkan Konvensi Wina. Anita Orban tidak memiliki hubungan keluarga dengan mantan perdana menteri Viktor Orban.

Pemerintah Hungaria menegaskan keputusan tersebut tidak berarti pemutusan hubungan diplomatik dengan Rusia. Budapest tetap berniat melanjutkan dialog yang dianggap diperlukan dengan Moskow.

Rusia mengecam keputusan itu dan menyatakan akan mengambil tindakan balasan.

Duta Besar Rusia untuk Hungaria Evgeny Stanislavov menyebut pengusiran tersebut sebagai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat dibenarkan.

Ia juga meragukan pernyataan pemerintah Hungaria yang menyebut tetap ingin membuka jalur dialog dan melanjutkan kerja sama pragmatis dengan Rusia.

Viktor Orban kehilangan kekuasaan pada April lalu setelah 16 tahun memimpin Hungaria. Selama pemerintahannya, ia mempertahankan hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, bahkan setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.

Hungaria ketika itu tetap membeli minyak dan gas Rusia, menghambat sanksi Uni Eropa terhadap Moskow serta memblokir pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro atau sekitar 97 miliar dolar AS untuk Ukraina.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, banyak negara Eropa mengusir puluhan diplomat Rusia. Namun, Hungaria tidak melakukan langkah serupa.

Sebelum pengusiran pada Selasa, Hungaria terakhir kali secara terbuka mengusir diplomat Rusia pada 2018.

Perdana Menteri Peter Magyar dan pemerintahannya yang berhaluan kanan-tengah kini mengambil arah berbeda. Pemerintah baru berulang kali menegaskan bahwa Uni Eropa dan NATO merupakan aliansi utama Hungaria.

Pemerintahan Magyar juga berupaya membangun kembali kepercayaan dengan mitra-mitra Hungaria yang terkikis selama pemerintahan Orban.

Dalam sidang parlemen pada Mei, Anita Orban mengatakan Rusia akan tetap menjadi mitra Hungaria, tetapi hubungan kedua negara tidak boleh didasarkan pada ketergantungan sepihak.

Ia juga mengatakan kebijakan Moskow menimbulkan tantangan keamanan bagi Hungaria dan Eropa. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN