AS Hancurkan 5 Tanker Iran, Teheran Kembali Sasar Pangkalan Militer di Yordania

Rudal Iran meluncur menyasar pangkalan militer AS di Jordania. (foto: BBC)
Washington, MISTAR.ID - Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Washington menyatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran, Selasa (8/9/2026), menyusul serangan rudal Iran terhadap kapal perang AS.
Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke arah target-target AS di Yordania. Militer Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 18 rudal balistik, sementara dua lainnya jatuh di daerah tak berpenghuni.
Tidak ada laporan korban dalam serangan tersebut. Yordania merupakan sekutu dekat Washington dan menjadi lokasi penempatan pasukan AS, sehingga pangkalan militernya berulang kali menjadi sasaran Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan terhadap tanker dilakukan setelah Garda Revolusi Iran dua kali menargetkan sebuah kapal perang Angkatan Laut AS dengan rudal balistik dalam dua hari terakhir.
Kapal perang tersebut berhasil menghindari serangan dan tetap melakukan patroli di perairan kawasan. Tidak ada personel AS yang terluka.
Lima tanker yang disebut dihancurkan adalah Kivik, Charminar, Horizon 1, Riesco, dan Derya. Empat kapal pertama berada di Teluk Oman, sedangkan Derya berada di dekat Pulau Kharg.
CENTCOM menyebut awak kelima kapal telah diperintahkan meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.
Televisi pemerintah Iran turut melaporkan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Pelabuhan Jask, Iran selatan, dan dekat Pulau Kharg. Awak kapal dilaporkan telah dievakuasi.
Serangan terbaru menambah ketegangan dalam perang yang telah berlangsung lebih dari enam bulan dan kembali meningkatkan risiko konflik terbuka yang lebih luas.
Sebelumnya pada Sabtu, pasukan AS juga menghancurkan tiga tanker Iran setelah Garda Revolusi meluncurkan rudal balistik ke arah sebuah kapal induk dan kapal perusak Amerika.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan serangan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut Amerika tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
“Setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan itu, mereka akan kehilangan kapal tanker,” kata Rubio saat berada di Kolombia.
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz turut mendorong harga energi dunia. Minyak mentah Brent sempat menyentuh 99,46 dolar AS per barel pada Selasa.
Pakar Iran dari Institute for National Security Studies Israel, Danny Citrinowicz, memperingatkan rangkaian serangan balasan dapat semakin sulit dikendalikan dan memperbesar dampaknya terhadap ekonomi global.
Menurutnya, setiap upaya menyelesaikan persoalan Selat Hormuz melalui kekuatan militer justru berisiko membawa Washington dan Teheran menuju eskalasi yang lebih luas. (AP)

































