Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Tenggelamkan Kapal Ekuador, Target Kelima dalam Dua Pekan

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 11.13 WIB
as_tenggelamkan_kapal_ekuador_target_kelima_dalam_dua_pekan

Sejumlah perempuan mencari informasi mengenai kedatangan kerabat mereka yang berada di kapal Maria Candelaria, yang sebelumnya dicegat otoritas AS karena diduga terkait perdagangan narkoba, di Pelabuhan Manta, Ekuador, Senin (7/9/2026). (foto: AP/Ariel Ochoa)

news_banner

Quito, MISTAR.ID - Amerika Serikat kembali menenggelamkan kapal asal Ekuador yang dituding terkait jaringan perdagangan narkoba Los Choneros. Kapal tersebut menjadi target kelima pasukan AS dalam waktu kurang dari dua pekan.

Dilansir Associated Press (AP), Selasa (8/9/2026), Komando Selatan AS (U.S. Southern Command) mengatakan kapal itu berfungsi sebagai stasiun pengisian bahan bakar terapung untuk mendukung operasi perdagangan narkoba ilegal di kawasan Pasifik Timur.

Orang-orang yang berada di atas kapal telah dievakuasi sebelum kapal ditenggelamkan dan akan diserahkan kepada otoritas Ekuador.

Rekaman video yang dirilis Komando Selatan AS memperlihatkan personel militer menaiki kapal, disusul sebuah helikopter terbang di atasnya. Tak lama kemudian, sebuah proyektil menghantam kapal hingga tenggelam.

Pasukan AS menyatakan akan terus melakukan “operasi yang presisi dan profesional untuk membongkar jaringan logistik yang menopang perdagangan narkoba di Belahan Bumi Barat.”

Otoritas Ekuador belum memberikan tanggapan atas operasi terbaru tersebut.

Sebelumnya, kapal penangkap ikan María Candelaria juga diserang di Pasifik dalam operasi yang disebut dilakukan bersama otoritas Ekuador. Angkatan Laut Ekuador kemudian menemukan 26 awak kapal itu.

Delapan nelayan dari kapal Conquista II juga ditemukan, sedangkan dua kapal lain, OM2 dan Los Tres Hermanos, disebut Komando Selatan AS sebagai stasiun pengisian bahan bakar terapung bagi kapal-kapal yang terlibat perdagangan narkoba.

AS mengklaim seluruh kapal tersebut terkait Los Choneros, kelompok kriminal Ekuador yang telah ditetapkan Washington sebagai organisasi teroris asing.

Operasi AS terhadap kapal-kapal di Karibia dan Pasifik telah berlangsung lebih dari setahun. Sedikitnya 227 orang dilaporkan tewas dalam 68 serangan pemerintah AS.

Namun, rangkaian serangan itu menuai kritik terkait legalitas dan efektivitasnya. Dalam salah satu kasus, otoritas Ekuador bahkan menyatakan tidak menemukan bukti bahwa seorang penyintas serangan terlibat aktivitas kriminal.

Pemerintahan Donald Trump juga tengah mendorong perluasan operasi antikelompok kriminal ke wilayah daratan Amerika Latin.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengatakan Kolombia, Guatemala, dan Honduras telah sepakat mengizinkan operasi militer gabungan dengan AS di wilayah mereka. Namun, Guatemala membantah telah mencapai kesepakatan tersebut.

Ekuador sendiri telah menjalankan misi serupa bersama AS sejak Maret. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN