Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

China Mulai Persiapkan Robot Humanoid untuk Perang

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 10.50 WIB
china_mulai_persiapkan_robot_humanoid_untuk_perang

Robot humanoid Unitree mengikuti lomba tarik tambang dalam World Humanoid Robot Games 2026 di Beijing, China, 25 Agustus 2026. (foto: Reuters/Tingshu Wang)

news_banner

Beijing, MISTAR.ID - China mulai mempercepat pengembangan robot humanoid untuk kepentingan militer, termasuk kemungkinan digunakan bersama pasukan dalam operasi tempur di masa depan.

Dilansir Reuters, Selasa (8/9/2026), perkembangan itu terungkap dari penelusuran terhadap lebih dari 100 dokumen China, mulai dari pengadaan militer, penelitian akademis, paten hingga publikasi pertahanan.

Sejumlah penelitian menunjukkan robot humanoid dipersiapkan untuk tugas pengintaian, logistik, patroli, memasuki wilayah berbahaya hingga mendukung pertempuran di kawasan perkotaan.

Salah satu penelitian National University of Defense Technology (NUDT) bahkan memodelkan enam robot tempur yang bekerja bersama pasukan untuk menyisir bangunan yang dikuasai musuh.

Media resmi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), PLA Daily, juga pernah menyebut misi robot humanoid pada akhirnya dapat berkembang “dari mendukung pertempuran menuju peran utama dalam pertempuran.”

Pengembangan tersebut belum berarti China telah memiliki pasukan robot humanoid bersenjata yang siap diterjunkan. Reuters menyebut belum menemukan bukti robot humanoid bersenjata telah masuk dalam unit operasional PLA.

Teknologi ini juga masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kemampuan bergerak, kebutuhan energi, kecerdasan sistem serta keandalan di lingkungan medan perang.

Malcolm Davis, analis senior Australian Strategic Policy Institute, menilai robot humanoid saat ini belum cukup praktis digunakan dalam pertempuran. Namun, kondisi tersebut menurutnya dapat berubah “dalam lima hingga 10 tahun.”

Industri pertahanan China sendiri mulai mengembangkan robot untuk kebutuhan militer. Norinco, perusahaan pertahanan milik negara, telah memperkenalkan robot humanoid Fuxi untuk penjagaan, pengintaian, patroli dan operasi di lingkungan berbahaya.

Peneliti Academy of Military Sciences China, Wang Yonghua, memperkirakan penggunaan humanoid akan semakin luas jika teknologi dan biaya produksinya terus membaik.

Jika terobosan teknologi dan produksi massal dapat dicapai, ia mengatakan “robot humanoid akan mengalir ke medan perang.”

China sebelumnya menyatakan penggunaan senjata berbasis kecerdasan buatan tetap harus berada di bawah kendali manusia. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN