Rusia-Korut Resmikan 'Jembatan Persahabatan' Baru, Bisa Lewat 2.000 Orang Sehari

Hubungan Rusia dan Korea Utara akan semakin erat setelah kedua negara ini merampungkan 'jembatan cinta' yang melintasi Sungai Tumangan. (Foto: REUTERS/Oleg Kozhemyako)
oskow, MISTAR.ID (8/9/2026) – Rusia dan Korea Utara semakin mempererat hubungan bilateral. Buktinya, kedua negara baru saja meresmikan jembatan jalan yang menghubungkan langsung wilayah mereka di atas Sungai Tumen.
Jembatan sepanjang 1 kilometer itu diresmikan pada Senin (7/9/2026) oleh Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae Song dan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin.
Jembatan ini diberi nama Yakov Novichenko untuk mengenang seorang perwira Tentara Merah Soviet yang diyakini pernah menyelamatkan nyawa pendiri Korea Utara, Kim Il Sung. Keturunan Novichenko turut hadir dalam upacara tersebut.
Dalam seremoni peresmian, iring-iringan truk melintas sambil mengibarkan bendera Rusia dan Korea Utara.
Pejabat kedua negara menyatakan, penyeberangan baru ini mampu melayani hingga 300 kendaraan dan lebih dari 2.000 orang setiap harinya. Laporan tersebut dikutip dari media Jepang, NHK.
"Perluasan infrastruktur transportasi lintas batas ini akan menjadi dorongan kuat bagi pengembangan kerja sama perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya," ujar Mishustin dalam sambutan videonya yang disiarkan kantor berita TASS.
Pembangunan jembatan ini menjadi yang pertama kalinya menghubungkan jalan darat Rusia dan Korea Utara. Sebelumnya, kedua negara hanya terhubung melalui jalur kereta api dan penerbangan.
Jembatan baru ini berdiri tak jauh dari Jembatan Persahabatan yang sudah ada sejak 1959, sesudah Perang Korea.
Jembatan lama itu khusus untuk jalur kereta api.Kedekatan Moskow dan Pyongyang memang kian intens dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di bidang militer.
Hal itu terlihat dari pengiriman ribuan personel Korea Utara ke wilayah Kursk, Rusia, untuk membantu operasi militer Rusia di Ukraina sejak 2022.
Dengan adanya jembatan ini, pemerintah Rusia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, serta terbukanya lapangan kerja baru di kawasan perbatasan.(CNN/hm02)




































