Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

PBB Ingatkan: AI Ancam Eksistensi Umat Manusia, Desak Regulasi Segera

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 16.00 WIB
pbb_ingatkan_ai_ancam_eksistensi_umat_manusia_desak_regulasi_segera_

Kecerdasan Buatan” atau AI (Artificial Intelligence) telah meroket ke puncak perhatian publik.(Foto: dte.telkomuniversity.ac.id)

news_banner

Moskow, MISTAR.ID (8/9/2026) – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dapat menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia.

"Saya sependapat dengan kekhawatiran para pelaku industri bahwa AI canggih dapat menimbulkan risiko eksistensial bagi umat manusia. Saya menyerukan upaya maksimal untuk memastikan jaminan keselamatan dan keamanan AI sebelum terlambat," kata Turk dalam keterangan kantornya, Senin (7/9/2026).

itu disampaikan Turk dalam Sesi ke-63 Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Karena itu, ia mendesak adanya langkah segera untuk memastikan keamanan sistem AI.

Kekuasaan AI Terpusat pada Segelintir PihakTurk juga menyoroti bahwa kekuasaan atas pengembangan AI saat ini hanya berada di tangan segelintir orang dan perusahaan.

"Setidaknya, kita membutuhkan negara-negara tempat AI dikembangkan dan negara-negara yang terlibat dalam rantai pasoknya untuk bersama-sama menyepakati batas-batas yang tidak boleh dilanggar," ujarnya.

Dalam beberapa hari ke depan, Turk berencana mengirim surat kepada seluruh perusahaan pengembang AI terkemuka untuk membahas persoalan ini.

Peringatan serupa sebelumnya juga disampaikan pejabat PBB lainnya. Pada Desember 2025, Kepala Ekonom Biro Regional Asia-Pasifik Program Pembangunan PBB, Philip Schellekens, memperingatkan bahwa penggunaan AI untuk kepentingan militer dapat menimbulkan ancaman eksistensial dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Ia menekankan perlunya regulasi yang sangat ketat untuk mengendalikan penggunaan AI di bidang militer.

Sementara itu, pada Januari 2025, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyatakan bahwa AI yang tidak terkendali merupakan ancaman eksistensial, sejajar dengan perubahan iklim dan senjata nuklir.(Sputnik/Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN