Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Houthi Serang Kembali Fasilitas Energi Arab Saudi, 73 Orang Terluka

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 14.29 WIB
houthi_serang_kembali_fasilitas_energi_arab_saudi_73_orang_terluka

Serangan Houthi ke Pelabuhan Al-Makha pada 14 Agustus 2026 lalu. (foto: AP/Abdulnasser Alseddik)

news_banner

Kairo, MISTAR.ID - Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran kembali menyerang fasilitas energi dan sejumlah kota di Arab Saudi, Selasa (8/9/2026). Serangan itu melukai sedikitnya 73 orang dan meningkatkan risiko konflik Iran meluas menjadi perang regional.

Sedikitnya 73 orang terluka dalam serangan terhadap empat kota di wilayah selatan Arab Saudi, kata juru bicara koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

“Koalisi akan mengambil seluruh langkah operasional yang diperlukan untuk menangkal milisi teroris ini dan dengan tegas menghadapi pendekatan permusuhannya,” kata Kolonel Turki al-Malki dalam pernyataan di X, dikutip Reuters.

Konflik yang melibatkan Iran telah berlangsung selama enam bulan, dengan periode jeda yang diselingi peningkatan ketegangan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari 2026.

Saat mengumumkan operasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan ditujukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, menghancurkan kemampuan rudal dan industri rudalnya, serta memastikan kelompok-kelompok proksi Iran tidak lagi mampu mengacaukan kawasan dan menyerang pasukan AS.

Serangan Houthi kali ini terjadi setelah Iran memperingatkan bahwa infrastruktur energi di seluruh kawasan Teluk, termasuk kepentingan minyak dan gas Amerika Serikat, rentan menjadi sasaran menyusul aksi saling serang terhadap kapal-kapal di dalam dan sekitar Teluk pada akhir pekan lalu.

Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan.

Kementerian Energi Arab Saudi menyebut kebakaran terjadi di sejumlah fasilitas energi. Sejumlah orang juga terluka saat petugas pemadam kebakaran dan tim tanggap darurat dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.

Houthi, yang menguasai wilayah berpenduduk paling padat di Yaman serta sebagian besar kawasan utara negara itu, telah melancarkan serangan ke arah Arab Saudi sejak menyatakan blokade laut terhadap Riyadh pada Juli. Serangan mereka juga menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah.

Gangguan pelayaran melalui Laut Merah menambah kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan gas global. Pada saat yang sama, Iran terus membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz yang strategis, sementara lalu lintas kapal komoditas kembali melambat pekan ini. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN