Konflik Yaman Memanas, Lebih 300 Orang Tewas dalam Serangan Houthi

Tempat perlindungan sementara warga Yaman yang mengungsi akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi. (foto: Ahmad Al-Basha)
Yaman, MISTAR.ID - Konflik di Yaman kembali memanas setelah serangan kelompok Houthi terhadap pasukan pemerintah menewaskan lebih dari 300 orang dalam beberapa hari terakhir. Pertempuran berlangsung di wilayah barat daya Yaman, dekat jalur strategis menuju Laut Merah.
Dilansir AFP, Senin (7/9/2026), berdasarkan data yang dihimpun dari sumber militer dan medis pemerintah Yaman maupun Houthi, lebih dari 300 kombatan dari kedua pihak serta sejumlah warga sipil telah tewas.
Dalam pertempuran antara Sabtu (5/9/2026) siang hingga Minggu (6/9/2026) pagi, dua pejabat militer dari pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi mengatakan 84 tentaranya tewas, sebagian besar akibat serangan rudal.
Sementara itu, empat sumber militer Houthi menyebut 57 anggota kelompok yang didukung Iran tersebut tewas dalam periode yang sama.
Pertempuran terbaru bermula ketika Houthi melancarkan ofensif pada Kamis. Serangan itu ditujukan untuk memutus akses menuju kota pelabuhan Mokha yang dikuasai pemerintah sekaligus membuka jalan menuju wilayah di sekitar Selat Bab al-Mandab.
Seorang pejabat militer pemerintah mengatakan Houthi pada Sabtu malam berhasil memutus jalan yang menghubungkan Kota Taiz dengan Mokha.
Pertempuran juga memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperkirakan sekitar 1.790 keluarga mengungsi akibat pengeboman dan pertempuran sengit di distrik Maqbanah dan Jabal Habashi.
AFP melaporkan warga mengungsi dengan membawa kasur, ternak, dan barang-barang yang masih dapat diselamatkan untuk mendirikan tempat perlindungan sementara.
Seorang warga Maqbanah, Rawdhah Hasan, mengatakan keluarganya terpaksa melarikan diri bersama anak-anak setelah tembakan datang dari berbagai arah.
"Kami melarikan diri bersama anak-anak bahkan tanpa sempat mengenakan sepatu," katanya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya menyatakan sangat prihatin terhadap pertempuran yang terus berlangsung. PBB memperingatkan konflik tersebut dapat menimbulkan dampak politik, ekonomi, dan keamanan yang semakin buruk bagi Yaman.
Pasukan pemerintah dilaporkan masih mempertahankan sejumlah posisi di dekat Hays, kurang dari 30 kilometer dari pesisir Laut Merah. Namun, Houthi juga berhasil bergerak maju di sebelah barat Taiz dalam upaya mendekati kawasan Bab al-Mandab. (*)


























