Monday, September 7, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AfD Menang Bersejarah di Jerman, Politik Eropa Bergeser ke Kanan?

Mistar.idSenin, 7 September 2026 pukul 12.02 WIB
afd_menang_bersejarah_di_jerman_politik_eropa_bergeser_ke_kanan

Para pemimpin AfD merayakan hasil hitung cepat yang memproyeksikan keunggulan besar partai tersebut dalam pemilu Saxony-Anhalt. (foto: Reuters via BBC)

news_banner

Berlin, MISTAR.ID - Partai sayap kanan jauh Alternative fur Deutschland (AfD) meraih kemenangan telak dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt di Jerman timur, jauh meninggalkan partai-partai arus utama.

Dilansir BBC, Senin (7/9/2026), hasil sementara komisi pemilu negara bagian menunjukkan AfD memperoleh 43,8 persen suara, sementara Christian Democratic Union (CDU) hanya meraih 17,2 persen.

Pemimpin AfD di Saxony-Anhalt, Ulrich Siegmund, menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang "sensasional" dan mengatakan partainya ingin segera mulai memerintah.

"Kami telah membuat sejarah di negara bagian ini," kata Siegmund.

Namun, AfD diproyeksikan memperoleh 39 dari 83 kursi parlemen negara bagian, masih kurang dari 42 kursi yang dibutuhkan untuk meraih mayoritas. Proyeksi jumlah kursi tersebut belum dikonfirmasi dalam hasil sementara.

Belum pernah ada partai sayap kanan jauh yang menguasai pemerintahan negara bagian di Jerman sejak Perang Dunia II. Jika berhasil memerintah, AfD akan memiliki kewenangan dalam sejumlah bidang, termasuk kepolisian, pendidikan lokal, dan kebudayaan.

Saxony-Anhalt memiliki sekitar 2,1 juta penduduk. Cabang AfD di negara bagian tersebut dikategorikan badan intelijen domestik Jerman sebagai kelompok "ekstremis sayap kanan", klasifikasi yang ditolak Siegmund.

Kemenangan AfD sekaligus menjadi pukulan besar bagi CDU. Perolehan suara partai konservatif itu merosot lebih dari separuh dibanding pemilu sebelumnya.

Siegmund mengatakan hasil pemilu tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar Saxony-Anhalt.

"Ini bukan hanya tentang Saxony-Anhalt. Ini adalah sinyal untuk seluruh Jerman, sebuah sinyal penuh kepercayaan diri," katanya.

Hasil pemilu tersebut juga mendapat perhatian dari luar negeri. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah tangkapan layar proyeksi hasil pemilu Jerman melalui Truth Social.

Utusan kepresidenan Rusia Kirill Dmitriev kemudian membagikan tangkapan layar unggahan Trump dan memuji kemenangan tersebut sebagai "kemenangan bersejarah bagi AfD yang pragmatis". Dmitriev sebelumnya juga memberikan pujian kepada AfD yang dinilai memiliki sikap ramah terhadap Rusia.

Sebaliknya, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengecam pihak-pihak yang merayakan kemenangan AfD.

Sorotan kini tertuju pada partai populis kiri Bündnis Sahra Wagenknecht (BSW), yang diproyeksikan meraih lima kursi. BSW juga bersikap keras dalam isu migrasi, mendukung impor gas Rusia, serta belum menutup kemungkinan bekerja sama dengan AfD.

Siegmund sejauh ini menolak memimpin pemerintahan minoritas, meskipun pemimpin nasional AfD melihat pilihan tersebut sebagai salah satu kemungkinan.

Ia bahkan mengatakan pemilu baru dapat digelar jika diperlukan, sembari menyatakan kesiapan bekerja sama dengan anggota parlemen secara individual maupun partai lain.

Hasil pemilu Saxony-Anhalt disebut sejumlah komentator dan lawan politik sebagai titik balik sekaligus pemutusan dengan masa lalu dalam politik Jerman. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN