Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ledakan Barak Militer Bolivia Tewaskan 9 Orang

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 14.04 WIB
ledakan_barak_militer_bolivia_tewaskan_9_orang

Ledakan Barak Militer Bolivia Tewaskan 9 Orang

news_banner

Bolivia, MISTAR.ID - Sedikitnya sembilan orang tewas akibat ledakan di sebuah barak militer di Viacha, Bolivia, yang terjadi Jumat (4/9/2026) waktu setempat. Sejumlah personel hingga kini masih dinyatakan hilang.

Dilansir Reuters, Selasa (8/9/2026), otoritas Bolivia mengonfirmasi jumlah korban tewas bertambah menjadi sembilan orang. Kementerian Pertahanan mengatakan jenazah korban kesembilan ditemukan di antara reruntuhan pada Senin (7/9/2026) sore dan dibawa ke kamar mayat untuk proses identifikasi.

Ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat di fasilitas militer yang berjarak sekitar 30 kilometer dari La Paz. Area tersebut digunakan untuk menyimpan material piroteknik.

Menteri Kesehatan Bolivia Marcela Flores mengatakan sebanyak 84 orang telah mendapat perawatan sejak ledakan terjadi. Hingga Senin pagi, 31 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Komandan Angkatan Darat Bolivia Hector Alarcón mengatakan tragedi yang lebih besar dapat dihindari karena banyak personel Resimen Bolivar sedang berada di luar kompleks mengikuti kegiatan bersepeda ketika ledakan terjadi.

“Prioritas kami tetap menemukan rekan-rekan kami yang masih hilang dan memberikan jawaban kepada keluarga mereka secepat mungkin,” kata Alarcón dalam konferensi pers.

Pihak militer tidak menyebutkan jumlah orang yang masih hilang.

Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengatakan penyebab ledakan masih diselidiki. Dugaan awal menunjukkan peristiwa itu merupakan kecelakaan akibat penanganan bahan peledak yang tidak tepat di fasilitas militer tersebut.

Paz mengatakan angkatan bersenjata sedang meninjau protokol keselamatan untuk meningkatkan perlindungan bagi personel militer maupun warga yang tinggal di sekitar pangkalan.

Pemerintah Bolivia juga menetapkan masa berkabung nasional menyusul tragedi tersebut. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN