Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Menguat Mendekati Level 6.700 pada Perdagangan Sesi II

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 15.28 WIB
ihsg_menguat_mendekati_level_6700_pada_perdagangan_sesi_ii

Ilustrasi. (Foto: Infobanknews)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat pada perdagangan sesi II, Selasa (8/9/2026). IHSG berada di level 6.687,03 atau naik 67,36 poin setara 1,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.619,67, per pukul 14.14 WIB.

Penguatan tersebut membawa IHSG semakin mendekati level psikologis 6.700 setelah pada sesi I sebelumnya menguat 0,84 persen ke level 6.674,95. Mayoritas sektor saham juga berada di zona hijau.

IHSG bergerak di zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.688,20 dan level terendah 6.636,94.

Penguatan IHSG ditopang mayoritas sektor saham. Sektor bahan baku menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,43 persen.

Selanjutnya, sektor finansial menguat 1,01 persen, energi naik 0,85 persen, konsumer primer 0,69 persen, industri 0,46 persen, properti 0,39 persen, kesehatan 0,39 persen, teknologi 0,24 persen, utilitas 0,11 persen, dan konsumer non-primer 0,10 persen.

Dari jajaran saham penggerak indeks, Bank Central Asia (BBCA) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 9,39 poin indeks. Kemudian Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 7,62 poin dan Sinar Mas Multiartha (SMMA) sebesar 7,27 poin.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turut menyumbang 4,66 poin, disusul Merdeka Copper Gold (MDKA) sebesar 2,57 poin dan Energi Mega Persada (ENRG) sebesar 2,44 poin.

Sementara itu, Bumi Resources Minerals (BRMS) menjadi pemberat terbesar dengan mengurangi 2,37 poin indeks. Global Digital Niaga (BELI) menekan IHSG sebesar 1,76 poin, diikuti Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar 1,40 poin.

Hingga sekitar pukul 14.14 WIB, volume perdagangan mencapai 25,08 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,02 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,592 juta kali.

Sebanyak 383 saham menguat, 241 saham melemah, dan 339 saham tidak mengalami perubahan.

Investor asing mencatat pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp83,37 miliar pada sesi I. Angka tersebut berasal dari foreign buy sebesar Rp2,14 triliun dan foreign sell Rp2,06 triliun.

Aliran dana asing paling besar masuk ke saham BBCA dengan net buy Rp112,57 miliar. Posisi berikutnya ditempati AMMN dengan Rp109,34 miliar dan BBRI sebesar Rp74,54 miliar. (hm25/CNBC Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN