Trump Minta Bertemu Kim Jong Un, Dijawab Korut dengan Peluncuran Rudal

Korea Utara kembali menembakkan satu rudal, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump meminta bertemu pemimpin Korut Kim Jong Un, Kamis (20/8/2026). (Foto: CNN/via REUTERS/KCNA)
New York, MISTAR.ID (20/8/2026) – Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan satu rudal balistik. Peluncuran itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keinginannya untuk bertemu pemimpin Korut Kim Jong Un, Kamis (20/8/2026).
Kantor Perdana Menteri Jepang melalui akun X memperkirakan proyektil yang ditembakkan Korut merupakan rudal balistik.
Sebelumnya, Trump mengatakan di Gedung Putih pada Rabu (19/8/2026) bahwa ia ingin bertemu dengan Kim Jong Un.
Pertemuan itu bertujuan menghidupkan kembali hubungan yang menurutnya telah terjalin baik selama masa jabatan pertamanya.
Trump juga menekankan pentingnya "menjalin hubungan baik" dengan Kim Jong Un. Ia menyebut Pyongyang saat ini memiliki 57 hulu ledak nuklir yang "sangat kuat".
Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) menyampaikan kepada AFP bahwa Korut telah meluncurkan setidaknya satu "proyektil tak dikenal". Rincian lebih lanjut belum diungkap.
Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, turut menanggapi ajakan Trump. Pada Rabu, ia mengatakan tidak mengetahui adanya komunikasi antara kakaknya dengan Trump.
Namun, ia menyebut Kim Jong Un masih memiliki "kenangan dan kesan positif" terhadap Trump dan hubungan keduanya tetap "sangat baik".
Fokus Trump kepada Kim serta keputusannya mengurangi skala latihan militer gabungan AS-Korsel memicu kekhawatiran sekutu di Asia.
Langkah itu juga memunculkan spekulasi bahwa Trump tengah mencari terobosan kebijakan luar negeri di tengah mandeknya upaya penyelesaian konflik dengan Iran.
Sebelumnya pada Rabu, militer Seoul memutuskan memangkas durasi latihan bersama AS. Latihan yang semula dijadwalkan selesai 27 Agustus itu dipercepat atas "usulan pihak AS" dan akan berakhir pada akhir pekan ini.
Menteri Pertahanan Korea Selatan pada Kamis (20/8/2026) memperkirakan Korut saat ini memiliki sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir. (CNN/hm02)























