Friday, August 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Bantah Pernyataan Trump, Iran Klaim Masih Kuasai 75 Persen Stok Rudal dan Drone

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 17.22 WIB
bantah_pernyataan_trump_iran_klaim_masih_kuasai_75_persen_stok_rudal_dan_drone_

Iran mengklaim ada lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone yang masih utuh dan siap digunakan meskipun telah digempur AS hampir enam bulan terakhir. (Foto: Reuters/Mistar)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID - Iran mengklaim sebagian besar persediaan rudal dan drone miliknya masih dalam kondisi utuh setelah menghadapi serangkaian serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Wakil Panglima Angkatan Darat Iran untuk Urusan Eksekutif, Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh, menyebut lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran masih tersedia dan siap digunakan.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Iran berupaya membantah penilaian Washington mengenai dampak serangan terhadap kemampuan militernya.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan Sheikh menilai operasi militer AS dan Israel tidak memberikan dampak sebesar yang selama ini diklaim pihak Washington. “Lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran masih utuh dan siap digunakan,” ujar Sheikh, seperti dikutip The Middle East Monitor, Jumat (14/8/2026).

Ia juga menggambarkan kemampuan drone Iran sebagai “mimpi buruk bagi musuh”. Pernyataan itu menegaskan Teheran masih menganggap sistem drone sebagai salah satu kekuatan militernya yang dapat digunakan dalam menghadapi lawan.

Klaim tersebut berseberangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump menyebut Iran kini hanya memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari persediaan rudalnya sebelum perang.

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, turut menegaskan besarnya dampak operasi militer terhadap Iran. Dalam wawancara dengan Newsmax, Selasa (12/8/2026) lalu, Huckabee mengatakan serangan AS dan Israel telah menyebabkan kerusakan besar terhadap kemampuan Iran.

Ia juga menuding Iran bertanggung jawab atas berbagai tindakan yang dilakukan secara langsung maupun melalui kelompok proksi di kawasan Timur Tengah. Menurut Huckabee, tindakan tersebut telah menyebabkan ribuan warga Amerika tewas.

Huckabee sekaligus mempertanyakan rendahnya dukungan sebagian masyarakat AS terhadap kebijakan Trump dalam menghadapi Iran. Ia menilai Iran bukan hanya menjadi ancaman bagi Timur Tengah, tetapi juga memiliki dampak terhadap keamanan global.

Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah yang berseberangan dengan kepentingan AS. Perbedaan klaim mengenai kondisi persenjataan Iran muncul ketika konflik antara Washington dan Teheran berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan awal Trump.

Trump sebelumnya memperkirakan perang dapat berlangsung sekitar enam pekan. Namun, konflik yang berlarut-larut membuat tekanan terhadap pemerintahan AS semakin meningkat, termasuk terkait upaya mendorong Iran kembali ke meja perundingan.

Sejumlah laporan media AS juga menyebut penggunaan persenjataan dalam operasi militer tersebut telah memberikan tekanan terhadap persediaan rudal dan drone Amerika. Meski demikian, angka mengenai sisa persenjataan Iran masih berasal dari klaim pihak-pihak yang terlibat konflik dan belum dapat diverifikasi secara independen.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN