Harga Cabai di Toba Naik Rp10 Ribu, Stok Pasar Tradisional Menipis

Salah seorang pedagang cabai di Kecamatan Laguboti. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID (30/9/2026) - Harga cabai rawit hijau dan cabai merah keriting naik Rp10 ribu di pasar tradisional Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba.
Salah seorang pedagang di Laguboti, Bastian, mengatakan dua hari sebelumnya kedua jenis cabai tersebut dijual seharga Rp60.000 per kilogram. Kini, harganya mencapai Rp70.000 per kilogram.
"Penyebab kenaikan harga karena kurangnya stok cabai di pasar, tidak sebanding dengan permintaan pembeli dan pasokan dari petani," ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Menurut Bastian, pasokan cabai dari petani untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kecamatan Laguboti masih terbatas. Petani cabai yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan, serta petani di Kabupaten Toba, khususnya Kecamatan Habinsaran, disebut lebih memilih menjual hasil panennya kepada toke besar.
"Kendati memang ada petani skala kecil yang datang menjual ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Toba, hasil panen mereka belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Karena itu, kebutuhan cabai masih harus dipenuhi dari petani besar yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara," ucap Bastian.
Sebelumnya, salah seorang pedagang di Pasar Kecamatan Porsea, Nobel Simatupang, mengatakan kenaikan harga cabai di Kabupaten Toba selain dipengaruhi pembelian oleh toke besar, juga dipengaruhi beroperasinya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat stok cabai di pedagang pasar tradisional menipis sehingga harga meningkat.
"Yang terbebani kami pedagang dan pembeli. Penyedia bahan baku MBG dan toke besar bersaing harga dengan membeli langsung kepada petani. Imbasnya, stok cabai di pasar menipis dan harga melambung. Andai penyedia dapur MBG berbelanja di pasar, persaingan harga di tingkat petani tidak terjadi dan kemungkinan harga cabai dapat lebih stabil," ucap Nobel.








































