Tangani Banjir di Bonalumban, Pemkab Tapteng Bangun Tanggul Sementara

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, didampingi tenaga ahli infrastruktur Jusmar Simamora dan aparat kelurahan Hutanabolon turun ke tengah sungai melihat langsung pengerjaan pengerukan sungai untuk penanganan banjir. (foto: feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, meninjau pengerjaan penanganan banjir Sungai Aek Siali, Lingkungan IV Pasir Bidang, Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Rabu (30/9/2026).
Kelurahan Bonalumban merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah di Kecamatan Tukka, ketika daerah itu dilanda banjir susulan, Sabtu (26/9/2026).
Saat itu air deras meluap dari bagian hulu sungai yang turut membawa kayu gelondongan menghantam pemukiman warga dan satu unit jembatan rambing penghubung antar lingkungan di daerah itu juga roboh tersapu kuatnya arus banjir.
Empat unit alat berat dikerahkah melakukan pengerukan Sungai Sialii, yang mengalami pendangkalan dan kembali membuat tanggul sementara.
Masinton didampingi tenaga ahli infrastruktur Jusmar Simamora bersama aparat kelurahan Bonalumban turun ke tengah, melihat langsung pengerukan sungai untuk penanganan banjir.
Masinton mengatakan Kelurahan Bonalumban merupakan salah satu wilayah terdampak parah saat banjir susulan karena air Sungai Aek Sialii meluap hingga ke lingkungan pemukiman yang tadinya sungai itu tidak pernah lagi mengalami kebanjiran pascabencana banjir dan longsor Nopember 2025 lalu, namun sekarang banjir terjadi dan dipenuhi sedimen.
"Ini seperti yang kita lakukan, alat berat dari kementerian sudah turun, kemudian dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, serta Dinas PU Tapteng alat beratnya sudah turun," ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa alat berat yang yang diturunkan untuk penanggulangan banjir yakni jenis Lännen (alat berat serbaguna kombinasi keruk dan muat) dan jenis alat berat lainnya seperti PC 200, PC 35, dan PC 50.
"Lalu kita buatkan tanggul menggunakan jumbo bag (karung pasir) dan kemudian pembentukan alur sungai. Tanggul-tanggul bersumber dari material yang kita lapis dengan jumbo bag dan juga tiang kayu agar tidak mudah tersapu atau terkipis ketika banjir datang," katanya.
Pemkab Tapteng, lanjut Masinton, berkoordinasi dengan Dinas SDA Provinsi Sumut terkait beberapa alur sungai yang harus dibuatkan baru untuk menghindari alur air ke pemukiman warga di Lingkungan Pasir Bidang.
"Jadi upaya-upaya itu kita lakukan, sambil nanti Kementerian PU juga akan menurunkan tim untuk melakukan survei ke lokasi atas (hulu sungai)," ucapnya.
Masinton menambahkan, pihaknya telah mengusulkan ke Kementerian PU agar nanti dibuatkan pembangunan Sabo Dam dibagian hulu sungai, sehingga dapat menahan laju, sedimen, dan material lainnya, sehingga tidak langsung memenuhi hilir sungai lokasi pemukiman warga.
"Jadi ini memang penanganannya dilakukan secara bertahap terus, karena cuaca itu yang berubah-ubah terus. Jadi intinya adalah penanganan secara cepat itu kita lakukan," tuturnya.








































