Drone Rusia Hantam Pabrik Coca-Cola di Ukraina

Seorang warga mengendarai mobil di depan pabrik Coca-Cola yang terkena serangan drone Rusia, di tengah perang Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Kyiv, Ukraina, 3 September 2026. (foto: Reuters/Valentyn Ogirenko)
Kyiv, MISTAR.ID - Drone Rusia menghantam dan merusak fasilitas produksi Coca-Cola di dekat Brovary, wilayah Kyiv, Ukraina, Kamis (3/9/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan tersebut menggunakan drone Shahed. Tidak ada pekerja Coca-Cola yang terluka dalam serangan itu.
Rekaman Reuters dari lokasi menunjukkan petugas pemadam kebakaran tiba di area pabrik, sementara asap terlihat membubung dari fasilitas tersebut dan kawasan di sekitarnya.
Zelensky menilai serangan terhadap perusahaan asal Amerika Serikat itu memiliki makna simbolis.
“Ini merupakan sinyal Rusia yang jelas kepada Amerika,” kata Zelensky, seraya menyebut Rusia mengetahui bahwa Coca-Cola merupakan perusahaan asal AS.
Presiden American Chamber of Commerce in Ukraine, Andy Hunder, memastikan seluruh pekerja Coca-Cola selamat dan tidak mengalami luka.
Menurut Hunder, perusahaan sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menilai kondisi dan kerusakan akibat serangan.
“Memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Serangan terhadap fasilitas Coca-Cola terjadi di tengah gelombang serangan udara Rusia terhadap Kyiv dan wilayah sekitarnya.
The Kyiv Independent melaporkan sedikitnya 13 orang terluka dalam rangkaian serangan Rusia di Kyiv pada hari yang sama, termasuk seorang anak berusia 12 tahun dan sejumlah tenaga medis. Enam orang dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Namun, tidak satu pun korban luka tersebut merupakan pekerja di fasilitas Coca-Cola.
Serangan 3 September menjadi hari kedelapan berturut-turut Kyiv menghadapi serangan udara Rusia, menurut laporan media Ukraina. (*/Reuters)
PREVIOUS ARTICLE
Pengadilan Filipina Perintahkan Penangkapan Wapres Sara Duterte
























