Friday, September 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pengadilan Filipina Perintahkan Penangkapan Wapres Sara Duterte

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 17.02 WIB
pengadilan_filipina_perintahkan_penangkapan_wapres_sara_duterte

Sara Duterte. (Foto: Reuters/Eloisa Lopez))

news_banner

Manila, MISTAR.ID - Pengadilan Filipina mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte, Jumat (4/9/2026), terkait kasus dugaan ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr, Ibu Negara Liza Araneta Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez.

Pengadilan Regional Quezon City Cabang 98 mengeluarkan surat perintah tersebut setelah menemukan dasar yang cukup untuk membawa Duterte ke persidangan atas tiga dakwaan grave threats atau ancaman serius.

Pengadilan menetapkan jaminan sebesar 120.000 peso atau sekitar US$1.900 untuk setiap dakwaan.

Kasus tersebut berawal dari pernyataan Duterte pada November 2024. Saat itu, ia mengatakan telah berbicara dengan seorang pembunuh dan memerintahkannya membunuh Marcos, istrinya, serta Romualdez apabila dirinya dibunuh.

Duterte membantah bahwa pernyataan tersebut merupakan ancaman terhadap ketiganya.

Kasus itu kemudian diselidiki Biro Investigasi Nasional Filipina (NBI) dan diteruskan kepada Departemen Kehakiman pada Februari 2025. Jaksa mengajukan perkara terhadap Duterte pada Agustus 2026.

Pengadilan juga menolak permohonan kubu Duterte untuk menunda atau membatalkan penerbitan surat perintah penangkapan.

Departemen Kehakiman Filipina mengatakan pengadilan menemukan adanya probable cause atau alasan yang cukup untuk membawa Duterte ke persidangan atas ketiga dakwaan tersebut.

Kuasa hukum Duterte, Paul Lawrence Lim, memastikan kliennya tidak berniat menghindari proses hukum.

“Terlepas dari persoalan yurisdiksi, dia tidak berniat menghindari hukum dan akan terus menggunakan seluruh upaya hukum yang tersedia,” ujar Lim.

Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla mengatakan pengacara Duterte telah menerima surat perintah tersebut dan berencana segera mengajukan jaminan.

Dugaan ancaman terhadap Marcos dan sejumlah tokoh politik tersebut juga menjadi salah satu tuduhan dalam proses pemakzulan terhadap Duterte yang sedang berlangsung di Senat Filipina.

Sara Duterte merupakan putri mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Ia sebelumnya bersekutu dengan Marcos dalam pemilihan presiden 2022, tetapi hubungan politik keduanya kemudian memburuk. (*/Reuters)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN