Presiden Milei Bersumpah Rebut Falkland, Argentina-Inggris Kembali Panas

Presiden Argentina Javier Milei. (foto: Getty Images via The Sun)
Buenos Aires, MISTAR.ID - Hubungan Argentina dan Inggris kembali memanas setelah Presiden Javier Milei menegaskan tekad negaranya untuk “merebut kembali” Kepulauan Falkland yang disengketakan kedua negara.
Dilansir The Sun, Jumat (4/9/2026),dalam pidato yang disiarkan televisi, Milei menyebut Falkland sebagai wilayah penting bagi masa depan Argentina. Ia juga menilai Inggris tengah menghadapi berbagai krisis, sementara posisi Argentina semakin menguat.
“Tidak ada jalan lain ke depan,” kata Milei dalam pernyataannya mengenai kepulauan yang oleh Argentina disebut Malvinas.
Milei juga mengumumkan rencana menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak yang beroperasi di sekitar Falkland, wilayah yang disebutnya berada “di bawah pendudukan Inggris”.
Perhatian Argentina terutama tertuju pada proyek ladang minyak Sea Lion di lepas pantai Falkland yang disebut akan mulai beroperasi dalam beberapa bulan mendatang.
“Jika kita tidak bertindak cepat, dalam beberapa bulan mereka akan memiliki kemampuan untuk mengakses minyak yang berada di bawah laut kita. Kami tidak akan membiarkannya,” ujar Milei.
Ia juga menuding Inggris mengabaikan seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar kedua negara tidak mengambil tindakan sepihak terkait wilayah sengketa maupun sumber daya alamnya sebelum persoalan kedaulatan diselesaikan.
Pernyataan Milei muncul di tengah sinyal perubahan sikap Amerika Serikat. Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan tidak akan otomatis mendukung Inggris jika kembali terjadi konflik dengan Argentina.
Milei menilai perubahan tersebut menunjukkan Washington melihat Argentina sebagai mitra strategis yang sejalan dengan nilai-nilai Barat.
Selama ini, AS mengakui pemerintahan de facto Inggris atas Falkland, tetapi tidak mengambil posisi resmi terkait klaim kedaulatan antara Inggris dan Argentina.
Pemerintah Inggris langsung menolak pernyataan Milei dan menegaskan komitmennya terhadap Falkland tidak berubah.
“Falkland adalah bagian dari Inggris karena masyarakat Falkland memilih untuk menjadi bagian dari Inggris. Komitmen kami terhadap Falkland mutlak dan tak tergoyahkan,” demikian pernyataan pemerintah Inggris.
Falkland yang berada di Atlantik Selatan telah lama menjadi sumber perselisihan kedua negara.
Argentina dan Inggris pernah berperang memperebutkan kepulauan tersebut pada 1982. Konflik itu menewaskan 907 orang, terdiri atas 649 tentara Argentina, 255 tentara Inggris, dan tiga warga sipil.
Dalam referendum pada 2013, hampir seluruh pemilih di Falkland memilih tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris. Dari 1.517 suara, sebanyak 1.513 mendukung tetap berada di bawah Inggris dan hanya tiga yang menolak.
Meski demikian, Argentina tetap mempertahankan klaim kedaulatan atas kepulauan tersebut hingga kini. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Korsel Siapkan Pasukan ke Selat Hormuz di Tengah Konflik AS-Iran























